Keprisatu.com – Ini pengakuan menarik dari Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK mengaku belum bekerja maksimal. Masih banyak tugas KPK yang belum menyentuh target. Deputinya bahkan menyebut dosa KPK masih banyak lho.

“Sebenarnya dosa kami (KPK, red) banyak kepada masyarakat, biaya kami besar. Kami menghasilkan kurang dari Rp250 miliar, dalam arti barang rampasan dan uang pengganti,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021). Media daring ini mengutip pernyataan Deputi KPK tersebut dari laman medcom.id.

Karyoto mengatakan upaya pengembalian kerugian negara untuk penggantian perilaku korupsi harus dimaksimalkan. Caranya melalui pengembangan perkara (case building).

“Kita kembangkan sekarang agar case building ini tetap menjadi andalan kami, pimpinan kami juga selalu menekankan case building,” ujar Karyoto.

Pengembalian aset negara tidak akan maksimal dengan operasi tangkap tangan (OTT). Apalagi, OTT banyak kontroversi.

“Kalau kembali ke perkara yang lalu yang terlalu banyak suap dan metode OTT itu memang sangat hiruk pikuk,” tutur Karyoto.

Dia menyebut meski akan mengutamakan pengembangan perkara bukan berarti KPK menghilangkan OTT. Operasi senyap bakal terus digerakkan bila ada kesempatan.

“Dalam suatu kesempatan ada informasi yang bagus dan ada hal-hal yang sifatnya perlu shock therapy, informasi yang cukup, kita juga akan melakukan itu (OTT),” ucap Karyoto.

Dia menegaskan KPK tidak melemah dengan mengutamakan pengembangan kasus ketimbang OTT. Lembaga Antikorupsi ini masih sangat mumpuni melaksanakan operasi senyap. (ks04)

editor: arham