Tim Gabungan saat cek lokasi Orian Bar&Cafe

Keprisatu.com –  Orian Bar&Cafe membantah adanya tarian striptis yang digelar oleh pihaknya di kawasan Komplek Ruko Tunas Regency, Sei Binti, Kecamatan Sagulung. THM tersebut beroperasi tepat di seberang Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Pemilik usaha Orian Bar&Cafe Suherman mengatakan, tuduhan tempat usahanya menggelar tarian striptis tersebut bermula dari viralnya pemberitaan yang menyebutkan usahanya dituding menggelar tarian striptis.

“Awalnya, ada beberapa oknum wartawan yang mencoba membuat kesan tidak baik dari tempat kami ini,” katanya Kamis (13/1/22).

Dijelaskannya, tempatnya tersebut baru launching untuk usaha ini dengan mendatangkan penari bukan untuk memberikan kesan negatif menggelar porno aksi dengan budaya yang ada di Batam.

“Kami tau dan menghormati aturan yang berlaku,” katanya.

Dijelaskannya, tarian para dancer yang diadakan oleh pihak Orian Bar&Cafe merupakan launching dibukanya usaha yang mereka jalankan bukan semata-mata dilakukan dengan unsur kesengajaan.

“Niat kami bukan dengan sengaja untuk membuat hiburan tarian itu untuk disuguhkan kepada tamu dan hanya untuk launching,” ujarnya.

Dia mengaku, dengan pemberitaan media berawal dari beberapa oknum wartawan dari berbagai media yang mendatangi tempat usahanya. Tujuannya untuk konfirmasi atas informasi yang berasal dari seorang tamu.

“Jadi kata mereka, mereka ini dapat informasi dari seorang tamu dibilang kita gelar tarian striptis padahal hanya launching,” bebernya.

Dari beberapa oknum wartawan tersebut, mencoba untuk mengajak meredam terkait pemberitaan media untuk memasang iklan sebanyak 5 media serta menawarkan untuk mencabut isi berita.

“Kata mereka, mereka akan bantu untuk mencopot isi berita asalkan ada pasang iklan Rp 2.500.000 untuk di 5 media mereka,” katanya.

Dijelaskannya lagi bahwa dengan permintaan yang mereka inginkan dirinya merasa tidak mampu mengingat usaha yang dijalankan baru buka.

“Kami tidak mampu sebab ini baru buka, jadi kami tidak turutin,” jelasnya.

Ternyata, penolakan yang ditawarkan oleh oknum wartawan tersebut diduga menjadi alat untuk menyerang tempat usahanya.

“Gara gara saya tolak permintaan mereka akhirnya mereka diduga langsung menyerang dengan berita miring yang seakan akan kami gelar tarian striptis disini,” pungkasnya.

(KS14)

Editor : Tedjo