Inilah tiga tersangka curat, dua di antaranya terpaksa ditembak karena mencoba melawan petugas dan melarikan diri.

Keprisatu.com – Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimun) Polda Kepri, mengamankan tiga tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) di 25 lokasi di Batam. Tiga tersangka tersebut inisial OBN, inisial MI, dan inisial ARP.

“Dua tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur, ditembak di bagian kakinya karena mencoba melawan petugas dan melarikan diri,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S SIK MSi, didampingi Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto SSos SIK di Mapolda Kepri, Senin (8/6/2020).

Kronologis penangkapan ini, berawal dari laporan polisi yang disampaikan korban tanggal 5 Juni 2020 dan laporan polisi tanggal 7 Juni 2020 yakni terjadi tindak pidana pencurian di seputaran wilayah Kecamatan Batuaji dan Kecamatan Sagulung.

Dari hasil laporan tersebut, tim teknis dari Ditreskrimum Polda Kepri dengan cepat menindaklanjutinya. Pada hari yang sama Jumat (5/6/20) pukul 19.00 WIB, tim berhasil mengamanakan satu orang tersangka inisial OBN di wilayah Batuaji.

Selanjutnya tim melakukan pengembangan, dengan menginterogasi tersangka inisial OBN. Dari pengakuan tersangka OBN, dirinya melakukan tindak pidana pencurian di 25 lokasi bersama inisial SP (daftar pencarian orang/ DPO).

Adapun sasaran tersangka adalah berbagai jenis barang elektronik seperti handphone (HP) dan laptop/ notebook. Kemudian barang hasil curian tersebut dijual tersangka inisial OBN dan inisial SP (DPO) kepada tersangka inisial MI melalui inisial ARP.

Berikutnya di sekitaran wilayah Kampung Bule Nagoya Kota Batam, tim kembali berhasil mengamankan inisial MI tersangka yang berperan sebagai penadah barang curian tersebut.

“Tim teknis Ditreskrimum Polda Kepri terus melakukan pencarian terhadap tersangka lain. Pada Minggu (7/6/2020), tim kembali berhasil mengamankan tersangka inisial ARP di seputaran wilayah Batuaji. Selain sebagai pelaku pencurian, inisial ARP juga membantu menjualkan HP hasil curian,” ujar Kabid Humas Polda Kepri.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka dengan mengamati rumah atau kos-kosan yang pintunya tidak dikunci. Kemudian tersangka masuk ke dalam dan mengambil barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah, ketika korban sedang lengah.

Pencuri ini tergolong nekat, jika ketahuan sama korban para tersangka tidak segan-segan melakukan kekerasan.

Barang bukti yang diamankan 16 unit HP berbagai merk, kamera, notebook merk Acer, tas sandang, dompet merk Gucci, uang tunai Rp210.000, obeng, cutter, kawat untuk pembuka gembok/ kunci dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio.

“Atas tindak pidana yang dilakukan tersangka, diancam pidana pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun dan pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun,” tutur Kabid Humas Polda Kepri, pria Wong Kito Galo tiga melati di pundaknya itu.

Sampai saat ini, Tim Teknis Ditreskrimum Polda Kepri masih melakukan pengembangan untuk kemungkinan ada tersangka-tersangka lain. Sedangkan tersangka inisial SP (DPO) masih terus dilakukan pengejaran oleh petugas.

“Kami mengimbau kepada tersangka inisial SP untuk segera menyerahkan diri, sehingga yang bersangkutan dapat menjalani proses hukum selanjutnya. Itu lebih baik,” bujuk Kabid Humas Polda Kepri.(ind)