Bupati Karimun Aunur Rafiq

Keprisatu.com – Pemerintah Daerah kembali mempertimbangkan untuk menutup sekolah di wilayah Kabupaten Karimun pasca ditemukannya kasus baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun.

Padahal, sekolah- sekolah di Kabupaten Karimun khususnya Pulau Karimun besar baru saja dibuka kembali, setelah menurunnya angka peredaran kasus Covid-19.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Karimun memang sempat nol positif aktif. Namun, pada Minggu kemarin, Tim Gugus Tugas kembali temukan adanya pasien baru positif Covid-19.

“Tapi kemarin ada muncul satu kasus positif Covid-19, warga Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun. Kita masih menunggu hasil trackingnya seperti apa,” kata Rafiq.

Pertimbangan penutupan kembali sekolah – sekolah itu masih menunggu hasil traking kontak erat pasien positif tersebut. Apabila, kasus yang terjadi bukan transmisi lokal, penutupan sekolah belum dilakukan.

“Apabila transmisi lokal, memang harus kita tutup semua sekolah di kawasan itu. Tapi ini hasil trakingnya belum keluar, kita masih menunggu. Dan nantinya apabila, terjadi transmisi lokal, maka daerah yang terkena itu akan diliburkan sekolahnya,” katanya.

Rafiq mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu laporan terkait perkembangan terbaru kasis Covid-19, khususnya hasil traking secara keseluruhan untuk menetapkan apa yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Hasil trackingnya belum dilaporkan karena baru dilakukan hari ini. Masih saya tunggu,” katanya.

Seperti diketahui, setelah hampir seminggu kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karimun sudah nol, namun pada Minggu kemarin muncul satu kasus positif, yang merupakan seorang pria berusia 33 tahun warga Kelurahan Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun.

Kasus tersebut merupaan klaster baru, dan kini sudah dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani. (Ks12)

Editor : Tedjo