Joe Biden. (Foto: NYT)

Keprisatu.com – Proses penghitungan suara Pilpres Amerika Serikat di sejumlah negara bagian masih terus berlangsung. Media di AS mengungkap, Dinas Rahasia AS kini meningkatkan pengamanan terhadap Joe Biden mulai Jumat (06/11) untuk mengantisipasi kemungkinan dia mengumumkan klaim kemenangan.

Seperti dilaporkan Washington Post, sejumlah agen intelijen tambahan akan diturunkan setelah tim kampanye Biden mengatakan kepada Dinas Rahasia AS bahwa dia kemungkinan besar akan menyampaikan pidato pentingnya paling cepat Jumat ini.

Kutipan ini didapatkan Washington Post dari orang-orang dari otoritas terkait yang mengetahui rencana tersebut.

Juru bicara Dinas Rahasia AS, Catherine Milhoan menolak berkomentar, dengan mengatakan bahwa badan tersebut tidak membahas pengaturan keamanan terhadap figur-figur senior.

Tim pemenang Joe Biden juga belum berkomentar perihal informasi tersebut.

Mengenai perkembangan penghitungan suara, Joe Biden untuk pertama kalinya unggul atas Donald Trump di Georgia, salah satu dari negara bagian kunci yang tersisa dan menentukan calon yang akan menuju Gedung Putih.

Di Georgia, negara bagian dengan 16 suara elektoral, Biden – menurut badan monitor pemilu dan CNN – unggul dari Trump.

Decision Desk menempatkan Biden unggul tipis dengan sekitar 99% persen suara telah dihitung.

Sementara di Pennsylvania, (20 suara elektoral), keunggulan besar petahana yang semula sekitar setengah juta, kini hanya lebih dari 18.000.

Sebagian besar dari suara yang masih dihitung adalah suara yang dikirim lewat pos dan sejumlah laporan menyebutkan banyak suara yang memilih Joe Biden.

Biden tetap memegang kunggulan di Nevada (6 suara elektoral) dan Arizona (11 suara elektoral), dan kemenangan di dua negara bagian ini cukup bagi calon dari Partai Demokrat ini untuk mengalahkan petahana dari Partai Republik, Donald Trummp.

Pemilihan presiden di Amerika Serikat ditentukan melalui suara elektoral – dengan masing-masing negara bagian memiliki jumlah elektoral tersendiri berdasarkan jumlah penduduk – dan bukan dari suara pemilih langsung. Calon yang mendapatkan suara terbanyak di satu negara bagian, maka suara elektoral menjadi haknya.

Saat ini Biden memperoleh 253 suara elektoral – hanya kurang 17 suara dari kemenangan – sementara Trump meraih 214 suara. (ks04)

editor: arham