f. Koni Kepri
Ketua KONI Kepri, Usep (tengah) dan pengurus KONI Kepri lainnya sedang mengikuti rapat bersama dengan KONI pusat lewat video conference, Selasa (12/5)

Keprisatu.com – KONI Kepri memutuskan untuk menghentikan sementara pemusatan latihan daerah (pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Langkah ini diambil oleh KONI Kepri setelah mendapatkan kepastian pengunduran jadwal pelaksanaan PON 2020.
”KONI Pusat memundurkan jadwal pelaksanaan PON 2020 menjadi 2-13 Oktober 2021. Ini diumumkan setelah rapat bersama dengan KONI Pusat dan KONI Provinsi se-Indonesia melalui video conference, Selasa (12/5),” beber Ketua KONI Kepri Usep RS.

Langkah ini, lanjutnya, diambil untuk membatasi penyebaran Covid-19 di Indonesia. ”Selain itu juga sebagai bentuk dukungan pada pemerintah yang tengah berupaya untuk mengatasi Covid-19,” tegasnya.

f. Koni Kepri 
Ketua KONI Kepri, Usep (tengah) dan pengurus KONI Kepri lainnya sedang mengikuti rapat bersama dengan KONI pusat lewat video conference, Selasa (12/5)

Dalam rapat melalui video conference ini, KONI Kepri diwakili oleh Ketua Umum Usep RS, Sekretaris Umum Abdul Razak, dan Wasekum II Amri. ”Terkait dengan penundaan ini, tidak akan mengubah regulasi yang telah ditetapkan sebelumnya,” kata Usep.
”Artinya, untuk PON 2020 yang dilaksanakan di Oktober 2021 mendatang peraturan yang digunakan tetap sama. termasuk permasalahan umur, karena tidak lagi menggelar babak kualifikasi. Hasil Pra PON dan Porwil 2019 menjadi acuan bagi atlet untuk berlaga di PON 2020,” terangnya.

Seiring dengan keputusan pengunduran jadwal pelaksanaan PON 2020, KONI Kepri juga menghentikan sementara pelatda hingga situasi dan kondisi membaik. Direncanakan, Pelatda sendiri akan dilanjutkan awal tahun mendatang. ”Paling cepat akan kembali digelar Januari 2021,” kata Usep.

”Dengan catatan juga masih menunggu APBD 2021 untuk menggelar pelatda kembali di awal tahun mendatang,” paparnya.

Tetapi Usep menjamin tetap memberikan dana bagi cabor yang telah melaksanakan pelatda. ”Bagi cabor yang telah menjalankan pelatda mandiri akan dibayarkan biaya pelatda untuk Maret dan April,” katanya.

”Sedang per Mei 2020, pelatda kita hentikan sementara hingga situasi dan kondisi membaik,” tegas Usep.

Untuk diketahui, Kepri meloloskan sebanyak 51 atlet dari 15 cabang olahraga. 51 atlet ini nantinya akan didampingi sebanyak 23 pelatih.
Tak hanya PON 2020 yang mengalami penundaan pelaksanaan, ajang multievent terbesar di Indonesia bagi kaum disabilitas, Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI juga mengalami penundaan pelaksanaan.

Sebagaimana tercantum dalam surat edaran Menteri Pemuda dan Olahraga, Senin (11/5) Peparnas XVI juga ditunda pelaksanaannya menjadi Oktober 2021. Sedang lokasi pelaksanaan tak mengalami perubahan tetap di Papua. (***)