Nelayan Karimun korban gelombang kapal tanker mendapat perawatan medis di RSBT Karimun, Sabtu (22/8/2020).

Keprisatu.com – Dua nelayan, Safii (58) dan Aryandi (21) jatuh ke laut setelah boat pancung yang mereka naiki dihantam gelombang kapal tanker di perairan Takong Hiu, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Sabtu (22/8/2020) sekira pukul 00.30 WIB. Meski berhasil selamat, namun Safii mengalami patah tulang rusuk akibat terjatuh dari atas kapal.

Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsar Samosir membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat ini kedua nelayan sudah dievakuasi dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun.

“Korban dua orang nelayan, mereka telah dievakuasi ke RSBT Karimun untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Binsar menjelaskan, kedua nelayan itu merupakan warga Dusun Pelambung Desa Pongkar. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu terjadi sekira pukul 00.30 WIB saat mereka hendak menuju perairan sebelah barat Takong Hiu untuk menjaring ikan.

Tiba-tiba dari arah berbeda sebuah kapal tanker mengarah ke boat pancung kedua nelayan. Kapal tanker itu diduga sedang putar haluan untuk menghindari kapal nelayan lain.

Safii dan Aryandi sempat menyalakan lampu navigator untuk memberitahu keberadaan mereka. Namun hal itu tidak terlihat dan kapal tetap meluncur ke arah boat pancung mereka.

“Kapal tanker itu berlayar ke arah boat hingga menyebabkan gelombang dan menghantam boat pancung tersebut. Akibatnya, nelayan atas nama Safii terjatuh dari kapal terkena dinding kayu boat dan mengalami patah tulang rusuk. Sementara nelayan atas nama Aryandi melompat ke laut,” jelas Binsar.

Setelah kondisi agak aman, Aryandi yang berhasil menyelamatkan diri kembali ke boat dan membawa pancung menuju daratan. “Mereka kemudian sampai di darat dan langsung ke RSBT untuk dilakukan pertolongan medis,” ujar Binsar. (KS 12)

Editor : zaki