Keprisatu.com – Pagi itu, halaman SMKN 3 Batam tak hanya dipenuhi derap langkah siswa. Ada sesuatu yang lebih menyala namun hangat dan menggantung di udara: harapan. Harapan yang datang bersama tujuh orang tamu dari dunia industri, dari tempat di mana baja dibentuk, dilapisi, dan dijaga dari waktu: Fabrication Yard MC Dermot.
Kamis, 8 Januari 2026, sekolah kejuruan yang selama ini akrab dengan bunyi gerinda dan aroma cat itu menerima kunjungan istimewa. Kepala SMKN 3 Batam, H. Agus Syahrir, M.Pd menyambut rombongan dengan senyum yang menyiratkan keyakinan: bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan jembatan menuju dunia nyata.
Dipimpin Syahrir Bachtiar, Global Talent Acquisition MC Dermot Batam, rombongan itu datang membawa pengetahuan tentang corrosion protection yaitu ilmu tentang melawan karat, tentang merawat baja agar tetap kuat menghadapi laut, angin, dan waktu.
Di hadapan para siswa, presentasi tentang blasting painting bukan lagi sekadar teori, melainkan cerita tentang kebutuhan industri, tentang disiplin kerja, dan tentang standar global yang menanti di luar gerbang sekolah.
“Kami berharap lulusan SMKN 3 Batam dapat mengisi dunia industri, khususnya di MC Dermot,” ujar Syahrial.
Kalimat itu meluncur sederhana, namun bermakna dalam. Ia bukan hanya bicara tentang pekerjaan, melainkan tentang kesiapan. Tentang pemahaman yang matang agar kelak para siswa diakui, bukan hanya oleh satu perusahaan, tetapi oleh dunia industri yang lebih luas.
Kunjungan itu kian bermakna ketika Syahrir mengungkapkan kehadiran sosok-sosok penting: Mr. Brian Rowlands, Head Project dan ahli corrosion protection dari Amerika Serikat, serta Edison, Superintendent Construction MC Dermot. Mereka datang bukan sekadar meninjau, tetapi melihat langsung potensi, menyaksikan keterampilan tangan-tangan muda SMKN 3 Batam yang sebelumnya telah mendapat pengakuan dari industri otomotif besar seperti Toyota dan Honda, khususnya dalam teknik body painting.
Di titik itulah pendidikan dan industri bertemu. Bukan dalam wacana kosong, melainkan dalam rencana nyata: kolaborasi berkelanjutan, peningkatan kompetensi blasting painting, dan peluang masuk ke industri oil and gas. Sekolah tak lagi berdiri sendiri; ia berjalan beriringan dengan kebutuhan zaman.
Agus Syahrir menutup dengan kebanggaan yang tenang. Selain membuka pintu ke industri minyak dan gas, SMKN 3 Batam kini juga dipercaya sebagai mitra resmi otomotif sepeda motor Honda. Kurikulum yang selaras membuat lulusannya siap langsung bekerja di bengkel-bengkel resmi, sebagai mekanik yang tak hanya terampil, tetapi paham standar.
Di aula itu, di antara paparan slide dan tatapan siswa yang menyala, pendidikan kembali menemukan maknanya: bukan sekadar mengajar, melainkan menyiapkan masa depan. Dan pagi itu, SMKN 3 Batam membuktikan bahwa ruang kelas bisa menjadi awal perjalanan menuju dunia baja, laut, dan industri global. Selama mimpi dirawat dengan ilmu, dan ilmu diasahi dengan kepercayaan. (lis)
