Debat terbuka putaran kedua yang berlangsung Minggu (8/110 malam.

Keprisatu.com – Debat terbuka pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun putaran kedua pada Minggu (8/11) malam berlangsung sengit. Masing-masing calon saling serang visi misi dengan mengajukan berbagai pertanyaan ke kandidat lain.

Salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh Calon Bupati Karimun Nomor Urut 2, Iskandarsyah kepada Aunur Rafiq yang merupakan Calon Buapati Karimun Nomor Urut 1 adalah mengenai defisit anggaran yang kerap terjadi serta keterlambatan pembayaran gaji ASN dan non ASN. Aunur Rafiq dengan lugas menjawab pertanyaan itu yang mana menurutnya, defisit anggaran dan keterlambatan gaji ASN dan non ASN tersebut terjadi karena adanya perubahan kebijakan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Keuangan, perihal besaran dana transfer yang diterima Kabupaten Karimun.

Rafiq mengatakan, pada tahun 2020 ini, Karimun hanya memperoleh dana transfer sebesar Rp59 miliar dari pemerintah pusat. Selain itu, dana transfer dari Provinsi Kepri yang harusnya dibayarkan selama 4 triwulan atau setahun sekaligus, tahun ini hanya dibayarkan selama 3 triwulan atau untuk 9 bulan saja. “Sementara sisanya dibayar pada tahun berikutnya. Pada saat itu saudara (Iskandarsyah) juga di (DPRD) provinsi,” kata Rafiq.

Sementara itu, defisit yang terjadi, menurut Rafiq, terjadi akibat kebijakan pusat yang melakukan penundaan-penundaan pembayaran. “Saya juga dengar tadi, adanya hutang ke pihak ketiga. Seluruh daerah banyak, provinsi juga sama. Pada saat itu, saudara juga bahagian dari pemerintah provinsi. Sesungguhnya yang terjadi saat ini diduga karena adanya kebijakan pusat, kebijakan provinsi. Pada saat ini, kita tidak punya hutang kepada ASN dan tenaga honor. Sudah kita selesaikan secara menyeluruh,” katanya.

Jawaban kandidat petahana itu langsung ditanggapi oleh Iskandarsyah. Menurutnya, pemkab tidak boleh terjebak dengan administratif. Ia juga mengatakan bahwa, untuk mengatasi permasalahan tersebut, harus dilakukan pembenahan.

“Terkait ASN, tentu kita minta mereka datang tepat waktu untuk datang ke kantor. Mereka (absensi) menggunakan finger print, yang telat mereka akan dipotong gajinya. Sebenarnya bagi mereka itu, tidak terlalu interest peduli (alasan administratif), yang penting bagi mereka hak-hak kami, gaji kami, tunjangan kami, dibayar tepat waktu. Apalagi kadang-kadang mereka berhutang di bank. Kalau tidak tepat waktu (pembayaran gaji) tanggal 1 atau tanggal 2, akhirnya akan menyebabkan mereka bermasalah dengan bank, ini juga yang akan kita benahi ke depan, jangan terjebak dengan WTP-WTP itu,” kata Iskandar.

Mendengar tanggapan Iskandarsyah, Rafiq langsung memberikan jawabannya. “Tanggapan yang disampaikan oleh saudara calon bupati itu, menurut kami sudah bergeser dari pertanyaan yang disampaikan. Mana ada gaji yang bisa dipotong, yang bisa dipotong itu tunjangan, berdasarkan tingkat kehadiran. Itu sudah kita buat, sudah kita lakukan. Gaji mana boleh dipotong, ini harus dipahami. Makanya jangan kita abaikan fungsi administrasi, kita harus paham, bukan hanya kita menyampaikan,” ucap Rafiq.

Sementara itu, Rafiq yang berkesempatan mengajukan pertanyaan ke lawannya meminta agar Iskandarsyah menjabarkan visi misi sebagai Calon Bupati Karimun. Rafiq menilai Iskandarsyah tidak konsisten dalam penyampaian visi misi, dan tidak dapat mmepertahankan visi misi tersebut dari sisi ilmiah dan akademis.

Menanggapi hal itu, Iskandarsyah mengatakan pihaknya tidak menjabarkan seluruh visi misi secara utuh di debat kandidat sebelumnya dan yang tengah berlangsung. Menurutnya, ia dan pasangannya lebih fokus pada keinginan masyarakat.

“Masyarakat sebenarnya menginginkan simpel, ya. Jangan terlalu kita anggap, tebal bukunya itu adalah baik. Belum tentu, tapi bagaimana kita mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, kita mampu menyelesaikan keluhan-keluhan, itu sebenarnya lebih penting dari pada hal-hal administratif. Apa yang kami susun sekarang ini adalah sebuah kebutuhan, berdasarkan dari survei kami, berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang memang diperlukan masyarakat, baik yang di kota, di kecamatan dan desa-desa. Terkait dengan RPJMD nanti, saya yakin ada masukan-masukan dari masyarakat semuanya dan masukan dari DPRD. Tema kita malam ini adalah kunci bagi kita menata dan membangun Kabupaten Karimun menjadi lebih baik yang maju dan sejahtera dan itu jadi tujuan kita semua sebenarnya,” kata Iskandarsyah.

Jawaban Iskandarsyah ditanggapi oleh Rafiq. Rafiq menilai bahwa jawaban Iskandarsyah seolah-olah menganggap remeh sebuah visi, misi dan program yang akan disajikan kepada publik. “Apa yang teringat bagi saudara berdasarkan tema yang ada, berdasarkan anda turun ke masyarakat itu yang anda kemukakan, sehingga setiap kita melakukan perdebatan, setiap kali menyampaikan visi dan misi terlihat berubah-ubah. Ini yang saya sebut tidak konsisten, tidak ada relevansinya, tidak ada korelasinya jawaban saudara dengan tema yang disampaikan pada malam hari ini. Ini berbahaya dalam mengelola pemerintahan jika kita tidak memiliki suatu patron yang pasti sebagai wujud pertanggungjawaban kita terhadap masyarakat, tidak bisa hari ini muncul ini, besok isu itu,” katanya.

Ini pun langsung ditanggapi Iskandarsyah. Menurutnya, sistem pemerintahan memiliki suatu standar dan ada nomenklatur-nomenklatur, kode-kode yang dari dulu sudah berlaku. “Tetapi yang kita ingin bawa adalah ide-ide besar yang dapat melakukan perubahan-perubahan. Contoh IPM, Indeks Pembangunan Manusia kita, masa kita kalah dengan Natuna dan Bintan. Ini persoalan yang harus diperbaiki. Jadi kami melihat persoalan kita hari ini bahwa bukan berarti visi dan misi kami, itu kan menjadi masalah kami sebenarnya. Tidak konsisten itu kan menurut anda. Kami harus yakin, apa yang kami lakukan hari ini adalah yang terbaik yang bisa kami berikan kepada masyarakat bukan retorika-retorika,” katanya.

Debat terbuka Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karimun digelar dalam 3 putaran. Rencananya, debat terbuka putaran ketiga akan diselenggarakan pada 22 November mendatang.(ks12)

Editor : Aini