Kapolres Karimun, AKBP M Adenan

Keprisatu.com – Dalam periode satu bulan, Satuan Reserse dan Narkoba Polres Karimun berhasil mengungkap 8 kasus peredaran narkotika dengan 21 tersangka. Sebanyak 8 kasus peredaran narkoba itu diungkap Tim Panther Satresnarkoba dalam periode 13 Februari hingga 20 Maret 2021.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan dalam konfrensi pers digelar pada Rabu (24/3/2021) mengatakan, delapan kasus narkoba itu berhasil diungkap di 4 Kecamatan Wilayah Karimun.

“Wilayah Kecamayan Karimun 3 Kasus dengan 10 orang tersangka, untuk Kecamatan Meral sebanyak 2 Kasus dengan jumlah tersangka 6 orang, 1 Kasus di wilayah Kecamatan Tebing dengan tersangka 3 orang dan diwilayah Kecamatan Moro 1 kasus dengan 1 orang tersangka,” kata Adenan.

Ia mengatakan, dari 21 orang tersangka yang berhasil diamankan, pihaknya menyita barang buktu 1085,52 gram jenis sabu dan 0,07 gram ekstasi.

“Ada 1 Kasus diwilayah Kecamatan Karimun dengan barang bukti narkoba jenis sabu dengan berat kotor 854,53 Gram ini kita limpahkan ke Direktorat Narkoba Polda Kepri, ini merupakan hasil koordinasi kita dengan Polda yang bersangkutan terindikasi adanya peredaran Narkoba di Wilayah lain yang diungkap dan barang tersebut berasal dari Kabupaten Karimun,” katanya.

Adenan mengatakan banyaknya tersangka yang berhasil diamankan ini tidak akan membuat pihaknya berhenti memberantas narkoba di wilayah hukum Polres Karimun.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku tindak pidana narkoba dan juga menyampaikan pesan bagi masyarakat diharapkan agar jangan kompromi terhadap narkoba. Dimana pun narkoba ditemukan, maka narkoba harus dimusuhi,”katanya.

Ia menyebutkan, dari barang bukti narkoba yang berhasil diamankan ini, setidaknya bisa menyelamatkan 3,257 s/d 4,343 jiwa manusia yang diasumsikan 1 gram dikonsumsi 3 sampai dengan 4 orang,” katanya.

Terhadap para tersangka, pasal disangkakan kepada tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun,” katanya. (KS12)

Editor : Tedjo