CEN SUI LAN, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar dapil Kepri dan Novie Riyanto, Dirjen Hubud Kemenhub RI, menyetujui program penambahan Runway Bandar Udara (Bandara ) Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi V DPR RI dan Dirjen Hubud di ruang rapat Komisi DPR RI, Selasa (6/4/2021).

Keprisatu.com – Anggota Komisi V DPR RI , Cen Sui Lan terus menunjukkan kerja-kerja tuntas untuk pembangunan wilayahnya daerah pemilihan (dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Cen Sui Lan Fraksi Golkar ini, telah sepakat dengan Novie Riyanto selaku Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan menyetujui program penambahan runway Bandara RHA.

Persetujuan penambahan panjang runway Bandara RHA Karimun itu, disampaikan Dirjen Hubud Kemenhub RI pada rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi V DPR RI di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Selasa (6/4/2021).

Dalam RDP itu, Cen Sui Lan memaparkan hasil reses ke Bandara RHA Karimun. Untuk perpanjangan runway Bandara RHA Karimun ini direncanakan, dari 1.800 meter menjadi 2.200 meter.

Kemudian, semula diperpanjang runway dilakukan ke arah gunung. Namun, dalam detail engineering design (DED) diubah ke arah laut. Karena bisa mengurangi 50 persen dari pagu anggaran sebelumnya.

Cen Sui Lan menyebutkan, penambahan anggaran untuk perpanjangan 400 meter runway bandara ini sekitar Rp15 milir. Nilai itu langsung disetujui Dirjen Hubud Kementerian Perhubungan RI. Kegiatan tahun anggaran 2021 ini. Saat ini, Bandara RHA Karimun masih bandara perintis.

“Nantinya, Bandara RHA Karimun bisa disinggahi pesawat boeing berbadan lebar, dari berbagai kota di Indonesia. Juga bisa dari Malaysia, dan turis bisa banyak masuk. Kita optimis itu,” kata Cen Sui Lan saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Dengan penambahan panjang runway Bandara RHA Karimun itu, lanjut Cen Sui Lan, akan membuka konektivitas wilayah Karimun menjadi lebih berkembang. Sehingga, ekonomi bisa tumbuh dan dapat menghidupkan sektor jasa lainnya. Selain dari meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penambahan runway Bandara RHA Karimun ini merupakan program dari pemerintah.

“Supaya konektivitas di Karimun bisa dibuka dulu dari moda transportasi udara. Untuk laut akan mengikutinya,” ujarnya.

Cen Sui Lan menginginkan, Karimun maju juga dalam konsep BBKT (Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang). Dua daerah Batam dan Bintan sudah lebih maju. Maka diharapkan dengan dibuka dan diperpanjang runway, pesawat boeing berbadan lebar bisa masuk. Maka aktivitas barang, jasa, dan orang semakin tinggi trafik.

“Sehingga ekonomi jadi tumbuh dan berkembang. Kemudian investor yang besar-besar akan Lebih mudah masuk. Apabila sarana dan prasarana infrastuktur pelabuhan udara, laut, dan infrakstruktur lainnya memadai,” jelas Cen Sui Lan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Ormas MKGR ini.

Cen Sui Lan saat reses meninjau Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun, baru-baru ini.

Kunjungi Bandara RHA

Sebelumnya, Cen Sui Lan melakukan kunjungan reses sekaligus meninjau bandara RHA Karimun. Dari hasil peninjauan tersebut, Cen Sui Lan mengatakan, kegiatan peningkatan bandar udara se-Provinsi Kepri juga disetujui pemerintah pusat. Namun, kegiatan itu dijalankan dengan program padat karya tunai, untuk masyarakat sekitar bandara.

Kegiatan itu seperti pengerjaan potong rumput, pengecatan, pembersihan saluran bandara, dan kegiatan kegiatan yang tidak membutuhkan teknologi. “Yang dipekerjakan itu sekitaran 200 pekerja lokal atau setempat,” ujar istri H Raja Mustakim ini.

Cen Sui Lan berharap, program peningkatan dan pembangunan bandar udara di Provinsi Kepri, bisa melancarkan konektiviti di daerah pulau dan perbatasan antar negara ini. Selain, program pembangunan bandar udara juga memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat Kepri.

“Termasuk untuk kegiatan perpanjangan runway Bandara RHA Karimun. Agar pesawat boeing berbadan lebar, bisa masuk di Bandara RHA Karimun,” kata Cen Sui Lan, belum lama ini.(ks03)

Editor: tedjo