Ketua KPU Karimun, Eko Purwandoko.

Keprisatu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun menurunkan 30 relawan demokrasi ke sejumlah titik rawan golongan putih (Golput). Ini dilakukan untuk mingkatkan partisipatif pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karimun, Kepulauan Riau, tahun 2020.

Relawan demokrasi akan bertugas untuk meyakinkan masyarakat di daerah golput untuk berpatisipasi dalam Pilkada 2020 yang digelar 9 Desember mendatang. Ketua KPU Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko, mengatakan penurunan partisipatif pemilih di Pilkada 2020 sangat berpotensi, mengingat pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19. Hal ini tentunya menjadi perhatian KPU Karimun untuk dapat mendongkrak pemilih di saat pelaksanaan Pilkada.

“Untuk meyakinkan pemilih mau datang ke TPS menggunakan hak suaranya, kami akan terjunkan relawan demokrasi, namanya. Ada sebanyak 30 orang. Saat ini lagi bimtek (Bimbingan Teknis),” kata Eko, Kamis (15/10).

Eko menjelaskan, relawan demokrasi akan diturunkan ke daerah-daerah rawan golput. Adapun daerah yang dinilai rawan golput tersebut, menurutnya terletak di Kecamatan Karimun dan Kecamatan Meral. “Karimun dan Meral itu angka golputnya cukup tinggi. Padahal dua kecamatan itu paling banyak pemilihnya,” katanya.

Lanjut Eko, dua daerah menjadi fokus kerja relawan demokrasi dan phaknya akan menurunkan tim lebih banyak dibandingkan daerah lainnya. Diharapkan, dengan adanya relawan itu akan dapat mendongkrak tinggi pemilih. “Target dari KPU RI itu minimal 77,5 persen. Itu yang harus kita upayakan untuk tercapai,” katanya.

Eko menyebutkan, selain mendongkrak partisipatif pemilih melalui relawan demokrasi, diharapkan juga peran seluruh stakeholder untuk membantu mengajak pemilih untuk menggunakan suaranya. Salah satunya dari pasangan calon dan partai politik dengan berupaya meyakinkan konstituen masing-masing.

“Paslon dan parpol kan juga pihak yang paling berkepentingan. Makanya perlu juga mereka meyakinkan, minimal pendukung dan konstituen mereka untuk menggunakan hak suaranya pada 9 Desember mendatang,” kata Eko.

Eko juga mengatakan, pihaknya juga telah melakukan persiapan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung Protokol Kesehatan. “Di TPS nanti kita akan sediakan hand sanitizer, masker gratis, thermogun, jaraknya di atur sedemikian rupa. Paku coblosnya akan selalu kita semprot disinfektan,” kata Eko.(ks12)