lIlustrasi . Truk muat pasir

Keprisatu.com – Polemik buka-tutup tambang pasir darat, di Kabupaten Bintan, membuat sang bupati akhirnya membuat tindakan tegas.

Bupati Bintan akhirnya mengeluarkan himbauan yang ditujukan kepada para pengguna pasir untuk memasan atau membeli pasir kepada orang atau badan yang telah mengantongi izin.

Adapun surat surat edaran yang keluar pada tanggal 09 Februari 2021 tersebut tersebar di Waatshap para pelaku usaha seperti Pengusaha Toko Material atau Toko Bangunan di Tanjung Uban, Bintan.

Namun atas dikeluarkannya himbauan itu, salah satu pemilik toko matrial berinisial T, mengaku masih bingung. “Bagaimana caranya memesan pasir darat kepada pihak yang mengantongi izin tambang pasier darat. Kerena selama ini tidak tahu siapa saja pelaku tambang yang memiliki izin tambang,” ujarnya.

Sebagai pemilik Toko matrial sangat membutuhkan bahan bangunan seperti pasir, untuk bahan  plaster dan cor. “Selama ini penambang pasir di Bintan sebentar buka dan tutup, namun masih bisa walaupun seperti itu,” ujarnya lagi.

Para pemilik toko mengaku kebingunan karena tidak adanya sosialisasi secara  terhadap pelaku usaha. Hanya surat edaran saja yang beredar dari Waatshap ke Waatshap.

Akhirnya, saat ini mau tidak mau stop dulu, apalagi ada  sanksi bagi membeli pasir tampa izin sanksinya berat sesuai dengan apa yang dibunyikan di surat edaran tersebut, pidana kurang lebih 5 tahun dan denda Rp.1000.000.000.00 ( satu miliar rupiah).

Para usaha berharap ada sosialisasi langsung terhadap para pelaku usaha agar semuanya menjadi jelas dan terang, agar juga para pelaku usaha menggerti dan paham sebenarnya polanya seperti apa.

Para pengusaha sangat setuju dengan adanya aturan yang dikeluarkan oleh Bupati Bintan, itu salah satu solusi agar terkait dengan pasir darat tidak lagi menjadi kontroversi dan polemik di tengah – tengah masyarakat. ( KS05).

Editor : Tedjo