Keprisatu.com – Walikota Batam, Muhammad Rudi, berjanji akan memberikan bonus dua kali lipat bagi kafilah berhasil menjadi juara umum lada ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Kepri.

Peningkatan bonus bagi Kafilah nantinya, untuk memberikan motivasi kepada peserta yang akan tampil dengan kemampuan yang maksimal agar meraih juara.

“Saya ingatkan dewan hakim agar tidak main-main menilai peserta. Seleksi akhir ini akan membawa nama baik Batam, jadilah yang terbaik, ” kata Rudi saat membuka Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) VIII tingkat Kecamatan Belakangpadang di Dataran Sekanak, Belakangpadang, Rabu (3/3/2021) sore.

Rudi menuturkan, agar bisa menjadi yang terbaik bagi Kota Batam, maka peserta disiapkan sebaik mungkin mulai dari tingkat kecamatan. Kata dia, untuk pelaksanaan STQ tingkat Provinsi Kepri akan digelar pada bulan April mendatang.

“Buat anak-anak qari dan qariah, selain pemerintah memberikan bonus, saya dan istri (Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina) akan memberikan hadiah tambahan dua kali lipat jika Batam mampu menjadi juara umum,” Rudi memotivasi peserta.

Wali Kota mengingatkan dewan juri agar mampu membantu pemerintah untuk menentukan peserta terbaik yang akan bertanding di tingkat kota dan kemudian di tingkat provinsi Kepri.

“Kalau menang, katakan menang. Kalau kalah, katakan kalah. Ke depan semoga pergelaran ini berjalan baik demi memotivasi anak-anak yang memiliki prestasi. Jangan sampai diciderai oleh kecurangan,” katanya.

Sementara itu, Camat Belakangpadang, Yudi Admaji, melaporkan, STQ VIII tingkat kecamatan tersebut untuk mencari peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Belakangpadang untuk bertanding di STQ tingkat Kota Batam pada 16-20 Maret mendatang.

“STQ kali ini diikuti 42 peserta dari enam kafilah di Belakangpadang,” ujarnya.

Adapun cabang yang dilombakan; tilawah anak-anak, tilawah dewasa (putra dan putri), Hafiz 1 juz dan 5 juz (putra dan putri), kemudian rebana perwakilan dari enam kelurahan yang ada. Adapun STQ kali ini digelar selama tiga hari dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Selama STQ berlangsung, semua peserta, juri dan sebagainya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Yudi.(ks10).

Editor : Tedjo