Pemusnahan hampir 4 kilogram sabu dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan didampingi Kabid Berantas BNNP Kepri Kombes Pol Arief Bastari di Kantor BNNP Kepri

Keprisatu.com – Pemusnahan terhadap barang bukti narkoba, terus dilakukan oleh Jajaran BNNP Kepri. Barang haram tersebut diperoleh dari para pelaku peredaran gelap narkoba yang berhasil dibekuk BNNP Kepri.

Kali ini pemusnahan  dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri terhadap barang bukti narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 3.912,9 gram. Barang bukti ini didapatkan bdari 1 Laporan Kasus Narkotika dengan jumlah 3 orang tersangka peredaran gelap narkoba jaringan sindikat narkotika yang terjadi di wilayah Provinsi Kepri.

Pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan didampingi Kabid Berantas BNNP Kepri Kombes Pol Arief Bastari yang berlangsung di Kantor BNNP Kepri, Jumat (9/10/20).

Richard menjelaskan, kronologis pengungkapan Laporan Kasus Narkotika : LKN / 27 / IX / 2020 / BNNP ini bermula pada Minggu (20/9/20) sekira pukul 06.00 WIB, petugas BNNP Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Pelantar Pelabuhan Rakyat Pulau Penyengat akan terjadi transaksi narkotika golongan I jenis sabu dan diduga Slsabu tersebut berasal dari Malaysia.

“Selanjutnya sekira pukul 09.00 WIB petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Pelabuhan Pulau Penyengat. Setelah sampai di Pulau Penyengat, sekira pukul 12.00 WIB petugas BNNP Kepri melihat seorang laki-laki yang sesuai dengan ciri-ciri yang dimaksud dan langsung melakukan penangkapan terhadap pria tersebut yang setelah diketahui berinisial B (44) WNI,” ujarnya.

Dari pria yang berprofesi sebagai buruh yang beralamat di Kelurahan Penyengat Kota Tanjung Pinang ini, petugas mendapati 1 buah tas punggung berwarna hijau yang didalamnya terdapat 4 bungkus makanan dan minuman yang diduga berisikan narkotika golongan I jenis sabu.

Kemudian petugas melakukan interogasi terhadap tersangka dan menurut pengakuannya yang menyuruhnya mengambil barang tersebut adalah tersangka AA (51) WNI yang berprofesi sebagai nelayan yang beralamat di Tanjungpinang.

“Setelah dari dua orang ini, petugas kembali melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap AA yang saat itu sedang berada di pinggir jalan di Jalan Jawa Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.

Keesokan harinya, pada Senin (21/9/20) pada pukul 10.00 WIB, tersangka AA mendapat telepon dari orang yang mengaku bernama AM yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan S yang juga (DPO) berada di Jakarta untuk mengantarkan 4 bungkus sabu tersebut kepada tersangka H (25) WNI yang berprofesi sebagai petani yang beralamat di Wakatobi Provinsi Sulawesi Utara.

Kemudian pada pukul 13.50 WIB, petugas melakukan Control Delivery (CD) dan melakukan penangkapan terhadap tersangka H di depan tong sampah yang berada di jalan Perumahan Indah Sungai Lekop Bintan Timur.

Berdasarkan keterangan tersebut diatas, tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan.

“Dari barang bukti narkotika jenis sabu yang disita, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 3.912,9 gram dan sebanyak 127,1 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan,” ungkapnya.

Jenderal Bintang Satu ini juga menjelaskan peran dan upah yang diterima para tersangka byakni untuk tersangka AA yang merupakan jaringan narkoba jenis sabu di Pulau Penyengat. Tersangka B, AA dan H mengaku baru pertama kali melakukan pengiriman sabu.

“Tersangka H dijanjikan upah sebesar Rp. 10.000.000 yang sudah diterima Rp. 1.000.000,” bebernya.

Sementara itu, tersangka AA dijanjikan upah sebesar Rp. 20.000.000 yang sudah diterima Rp. 3.000.000. Tersangka A dijanjikan upah sebesar Rp. 2.000.000 untuk mengambil dan menjemput barang.

Pemilik barang adalah AM (DPO) yang berada Jakarta dan barang tersebut rencananya akan diantar kepada pembelinya L (DPO) di Bangka Belitung oleh tersangka H.

“Dari hasil pengungkapan ini telah menyelamatkan 20.200 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba dan atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” pungkasnya. (ks14)

Editor : Tedjo