Tim kejaksaan meninjau ribuan karung bahan dasar peledak di Karimun yang akan dimusnahkan dengan cara ditanam, Selasa (8/9/2020).

Keprisatu.com – Amonium Nitrate sebanyak 448 ton hasil penindakan Kanwil Direktorat Jendral Bea dan Cukai Khusus Kepri akan dimusnahkan dengan cara ditanam, Rabu (9/9/2020) besok. Barang rampasan negara sitaan Kanwil DJBC Khusus Kepri sejak 2010 itu telah berstatus hukum Pengadilan Negeri Karimun untuk dimusnahkan.

Amonium Nitrat tersebut merupakan salah satu bahan dasar peledak dan dinilai dapat membahayakan apabila hal tidak diinginkan terjadi. Langkah pemusnahan itu diambil, usai kejadian ledakan hebat di Beirut Lebanon beberapa waktu lalu yang penyebabnya diketahui berasal dari Amonium nitrat.

“Besok pagi kita musnahkan sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karimun, Khakrur Rahman Nasution, Selasa (8/9/2020).

Ia menyebutkan, pemusnahan itu dilaksanakan karena surat dari Kejaksaan Agung RI terkait perubahan status barang bukti telah diterima.

“Sebelumnya status barang bukti disita untuk negara, namun saat ini statusnya berubah menjadi disita negara untuk dimusnahkan. Selain itu dari Mabes Polri juga telah mengeluarkan surat,” katanya.

Rencananya, Amonium Nitrat sebanyak 448 Ton itu akan dimusnahkan di Kanwil DJBC Khusus Kepri. Pada awalnya, pemusnahan itu akan dilakukan di PT Mirasindo Persada.

“Jadinya di BC, tak jadi di PT Mirasindo Persada,” katanya. (KS 12)

Editor: zaki