Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, saat ekspos kasus beberapa waktu lalu.

Keprisatu.com – Berkas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dua (2)  orang Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia, yang menyelamatkan diri dengan melompat di perairan Kabupaten Karimun, Kepri , terus dilengkapi.

Berdasarkan pengakuan kedua  ABK tersebut,  mereka melompat dari kapal ikan Lu Qing Yuan Yu 901, karena tidak tahan kerap mendapatkan siksaan di atas kapal tersebut.

Atas kejadian ini, sebanyak Sembilan (9) orang, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.  Dari lima (5) orang ditangani oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan 4 orang lain ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Chatra Nugraha mengatakan, kasus tersebut saat ini sudah tahap 1.

“Sekarang sudah tahap 1 dan tinggal menunggu dari Jaksa,” ujarnya, Senin (7/9/20).

Ditambahkan Dhani, saat ini pihaknya telah melengkapi berbagai keterangan berbagai pihak terkiat kasus TPPO terhadap 2 ABK tersebut.  Dalam kasus ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli.

“Kami kemarin terakhir sudah meriksa ahli di Jakarta, sudah meriksa ahli dan yang lainnya,” tutupnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan sembilan (9) orang pelaku, melakukan  Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Ke 9 orang ini melakukan kejahatannya dengan cara melakukan perekrutan dan pengiriman WNI dengan iming-iming (penipuan) dengan gaji yang besar.

Namun nyatanya, para ABK ini dieksploitasi untuk melakukan pekerjaan kasar di Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera China, tanpa menerima gaji selama bekerja di kapal tersebut.

“Mereka awalnya dijanjikan bekerja sebagai buruh pabrik di Korea Selatan, tetapi tidak sesuai kesepakatan,” ujar Arie. (ks14)

Editor : tedjo