Ketua Epidemiolog FKM Universitas Indonesia, DR dr Tri Yunis.

Keprisatu.com – Libur panjang Maulid Nabi SAW dan cuti bersama masih akan dinikmati masyarakat sampai tanggal 1 November 2020.

Sejumlah lokasi dan destinasi wisata di berbagai wilayah di tanah air, termasuk di Provinsi Kepri pun menjadi incaran untuk berlibur.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk waspada akan penyebaran virus corona. Mengingat hingga saat ini jumlah kasus konfirmasi positif masih terus meningkat.

Lalu bagaimana agar tetap aman bagi masyarakat yang tetap ingin berlibur di tengah pandemi Covid-19?

Ketua Epidemiolog FKM Universitas Indonesia, dr Tri Yunis menyampaikan tips aman selama liburan panjang ini.

“Liburan aman harus yang betul, pergilah ke tempat yang betul, jangan ke zona yang merah,” tutur Tri saat berbincang tentang Imun Kuat Libur Panjang Aman melalui YouTube BNPB, Jumat (30/10/2020).

Dia mengimbau kalaupun berlibur ke zona orange atau kuning, selalulah gunakan pencegahan yang ekstra. Kalau ke zona merah selain menggunakan masker dan jaga jarak juga harus ditambah face shield.

Sebagai informasi, untuk Provinsi Kepri, Kota Batam termasuk zona merah atau berisiko tinggi penularan Covid-19. Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun, masing-masing zona orange atau berisiko sedang penambahan kasus Covid-19.

Kembali ke Tri, menurutnya penting bagi masyarakat mencari informasi terkait dengan status lokasi atau tempat yang akan dikunjungi. Sehingga masyarakat bisa melakukan pencegahan yang tepat.

“Untuk tahu zona aman atau tidak bisa lihat di website satgas nasional atau provinsi/kabupaten/kota. Atau kalau tidak bisa bertanya kepada orang yang lebih tahu,” kata dia.

Selain itu, Tri mengungkapkan bahwa memilih tempat liburan di tempat terbuka lebih disarankan. Sebab, tempat terbuka minim akan penyebaran virus corona dibandingkan dengan area yang tertutup.

“Jadi tempat terbuka lebih baik dibanding tertutup sebab di tempat terbuka pasti jaga jarak, pasti kena sinar matahari, ada angin. Angin membawa virus ke tempat jauh jadi tempat terbuka lebih aman dibanding tempat tertutup. Jangan berkeruman tempat terbuka bisa jaga jarak dibanding tempat tutup karena sempit sehingga berkerumun,” tutur dia.

Tri juga mengungkap pesan bahwa lebih baik mengikuti anjuran pemerintah di rumah saja karena lebih aman. Meski begitu, jika ada yang tetap ingin berlibur, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

“Berlibur boleh, tapi patuhi protokol kesehatan, berkerumun jangan lebih dari 20 orang, kalau bisa kurang dari 10 atau 5 lebih aman. Tetap jaga jarak,” kata dia.

Saat ini jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Untuk itu jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan dan lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun. (ks04)

editor: arham