Bawaslu temukan pelanggaran protokol kesehatan
Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin.

Keprisatu.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 373 pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Pelanggaran itu terjadi dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

“Bawaslu menemukan pelanggaran protokol kesehatan sebanyak 373 kasus, kata anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, Kamis (26/11/2020).

Afifuddin menjelaskan, 373 kasus itu merupakan hasil pengawasan kampanye periode 15 sampai 24 November 2020. Terhadap pelanggaran protokol kesehatan, Bawaslu langsung memberikan peringatan kepada peserta yang melanggar. Bahkan, Bawaslu juga melakukan penindakan kepada peserta yang mengabaikan peringatan.

“Bawaslu menerbitkan 328 surat peringatan dan melakukan pembubaran terhadap 39 kegiatan. Dalam pembubaran tersebut, Bawaslu bekerja sama dengan Satpol PP dan kepolisian,” ujarnya.

Baca juga: Bawaslu Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Serentak Bersama Forum RT dan RW se-Bintan

Sementara itu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak semua pihak menjadi agen pencegahan penyebaran Covid-19. Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi hal yang utama di tengah pandemi ini. Maka dari itu, Kemendagri mendorong tahapan kampanye Pilkada dengan berpedoman protokol kesehatan.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan mengatakan, kampanye berbasis internet dapat mengurangi kerumunan massa. Ia berharap penyelenggara dapat memanfaatkan internet dengan menyosialisasikan kebijakan-kebijakan melalui media online.

“Informasi terkait Pilkada berbasis protokol kesehatan melalui media sangat membantu. Kita menggunakan media televisi, radio, koran, dan media online,” ujarnya.

Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2020 sudah mengatur pemanfaatan iklan kampanye. Benni mengapresiasi pasangan calon yang sudah memanfaatkan media online untuk berkampanye.

“Kampanye dengan media online memiliki banyak keunggulan pada kondisi pandemi ini, salah satunya tingkat keamanan. Aman karena mengurangi pertemuan langsung dan murah jika membandingkan dengan kampanye konvensional,” katanya.

Benni meminta dukungan semua pihak agar target parisipasi Pilkada 2020 dapat mencapai 77,5 persen. Target partisipasi pemilih ini sama dengan Pemilu 2019 lalu.

“Mudah-mudahan target 77,5 persen partisipasi masyarakat pada Pilkada dapat kita capai. Untuk itu kita perlu meyakinkan masyarakat dengan pemanfaatan media,” pungkasnya. (ks08)