Sosialisasi Pengawasan PArtisipatif gelaran Bawaslu Kepri

Keprisatu.com – Bawaslu Kepri Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilih Rentan di Bintan, Kamis 27/08/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di Bhadra Hotel dan Resorts dan di hadiri 100 peserta dari berbagai Ormas dan mahasiswa di Kabupaten Bintan.

Anggota Bawaslu Provinsi Kepri, Divisi Koordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Idris, S. TH. I mengatakan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini tidak lain untuk memastikan hak pilih masyarakat dapat terakomodir pada pilkada 9 Desember mendatang.

“Tujuan kegiatan ini untuk memastikan hak pilih, Konstitusional, masyarakat dapat terakomodir dan dapat memberikan hak suara pada pilkada 2020 mendatang,” ujar Idris, S. TH. I, Anggota Bawaslu Provinsi Kepri, seperti dikutip dari kominfokepriprov.

Selain kegiatan sosialisasi ini, kata dia, nantinya ada kegiatan pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Pengawasan partisipatif ini melibatkan masyarakat di seluruh Indonesia dan diharapankan dapat mengawal pemilihan kepala daerah 2020, dan kegiatan ini juga di desain untuk membentuk relawan dengan melibatkan pelajaran dan mahasiswa,” ujarnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan kali kedua yang di gelar oleh Bawaslu Kepri yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Batam.

“Ini merupakan kali kedua sebelumnya kegiatan ini sudah dilaksanakan di Batam dan akan si lanjutkan ke Anambas dan tujuannya untuk mengantisipasi,” ujarnya.

Idris berharap semoga kegiatan sosialisasi ini dapat dilaksanakan dengan baik dan nantinya bisa menjadi perpanjangan tangan bawaslu kepada masyarakat dalam menyampaikan pesan terkait kepemiluan

“Diharapkan semoga sosialisasi ini dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan input setelah keluar dari forum ini,” tutupnya.

Perpat Guki Apresiasi Sosialisasi Dan Edukasi Partisipatif Bawaslu

Bimtek gelaran Bawaslu Kepri diselenggarakan dengan menggunakan standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid – 19, diantaranya menggunakan masker dan pembatasan duduk yang berjarak.

Ketua Perpat Kecamatan Gunung  Kijang,  yang hadir sebagai salah satu peserta mengapresiasi kinerja  Bawaslu dan KPU,  dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk Suksesnya pesta Demokrasi.  Dia juga mengapresiasi  pemaparan narasumber dengan metode  diskusi serta pemaparan soal berpolik dengan santun, jujur, dan adil.

Apalagi soal  money politik, dan bagaimana cara melaporkannya ketika praktek  itu terjadi di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, untuk menjadikan politik sehat,santun dan jujur, maka maayarakat harus menolak pemberian uang , dan Laporkan.

Apalagi dalam pesta demokrasi nanti bakal menciptakan pemimpin yang benar – benar merupakan pilihan masyarakat.   Masyarakat dituntut  paham akan apa yang menjadi hak dan kewajibannya.  “Sehingga pemimpin yang dipilih akan sesuai dengan hati nurani dan berkualitas. Itu akan trbukti saat dipraktekkan pada 9 Desember 2020 mendatang,” katanya.  (ks05)

Editor : tedjo