Batam menghasilkan limbah B3 yang cukup besar.
Menko Marves saat meninjau satu perusahaan pengelolaan limbah di Batam, Kamis (18/3/20210. (Foto: Humas Kepri)

Keprisatu.com – Ternyata Batam termasuk daerah penghasil limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) yang cukup besar di Provinsi Kepri. Dalam sebulan daerah ini bisa memproduksi 40-50 ribu ton limbah dari industri.

”Masalah limbah B3 ini rupanya sangat besar (di Kepri). Hampir 40 sampai 50 ribu ton per satu bulan,” beber Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Batam, Kamis (19/3/2021).

Itu sebabnya, lanjut Luhut, ke depan, masalah limbah ini akan menjadi perhatian khusus dari pemerintah. Pun Luhut mengaku sengaja mengajak Menkopolhukam, Mahfud MD ke Batam terkait masalah itu.

“Kami berbarengan hadir dengan Menkopolhukam, karena ini menyangkut masalah keamanan. Nanti akan kami koordinasikan bersama. Supaya semua penyelesaiannya lebih terintegrasi,” imbuh Luhut.

Saat ke kunjungan ke Batam, Luhut memang Mahfud MD dan Mendag Lutfi, serta Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk meresmikan satu perusahaan pengelolaan limbah di kawasan Barelang, Batam, Kepri.

Nama perusahaan tersebut  PT BSSTEC (Batam Slop & Sludge Treatment Centre) yang berdiri di atas lokasi 30-50 hektare di dekat Jembatan II Barelang, Batam.

Dengan pembukaan perusahaan dengan segala persyaratan dan perizinan ini, Luhut harapkan bisa menyelesaikan sebagian persoalan limbah dari Batam, Kepri. Kapasitas perusahaan ini disebut bisa melakukan pengolahan limbah 30-40 ribu ton per bulan. (ks04)

BACA JUGA: Luhut Minta Pantau Labuh Jangkar Pakai Drone