Foto : Rudi Sakyakirti, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam

Keprisatu.com – Meskipun tengah dilanda pandemi Covid-19, namun Kota Batam masih menjadi daya tarik bagi para pemilik modal untuk berinvestasi. Bahkan sejumlah perusahaan asing sedang merekrut karyawan baru.

Hal ini bisa saja dipengaruhi kondisi tutupnya perusahaan-perusahaan di Malaysia dan Filipina, hinggamembuat beberapa perusahaan di Batam kebanjiran orderan barang. Banyak produksi barang dialihkan ke Batam.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti bahwa kibat pandemi Covid-19, memang banyak perusahaan yang terpaksa melakukan efisiensi dengan pengurangan karyawan.

Namun kondisi saat ini, banyak perusahaan yang mulai membuka lapangan pekerjaan baru, terlebih lagi di sektor industri manufaktur. “Beberapa perusahaan sudah kembali membuka perekrutan karyawan bulan ini,” kata Rudi di Batam Center, beberapa waktu lalu.

“Dengan adanya permintaan yang meningkat otomatis membutuhkan karyawan untuk memenuhi permintaan tersebut,” katanya.

Rudi menjelaskan dengan mulai terbukanya lapangan kerja tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi karyawan yang sebelumnya sudah diberhentikan dari perusahaan lamanya.

Rudi menjelaskan dengan mulai terbukanya lapangan kerja tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi karyawan yang sebelumnya sudah diberhentikan dari perusahaan lamanya.

Laporan di Disnaker Kota Batam, tercatat hingga Mei 2020 ada sektar 15 ribu karyawan terkena dampak Covid-19.

Pihaknya juga berharap dengan adanya kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam bisa mendorong pulihnya ekonomi Batam, meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir.

Rudi mengaku juga terus mengingatkan kepada perusahaan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sesuai imbauan dari pemerintah.

“Saya sudah beberapa kali turun langsung ke perusahaan-perusahaan. Alhamdulillah protokol kesehatan sudah diterapkan dan kalau dilihat perusahaan ini malah sebenarnya lebih ketat menerapkan protokol kesehatan itu,” katanya.

Mulai dari masuk kantor, kemudian jaga jarak saat makan, pembagian shif termasuk jumlah orang di dalam ruangan juga sudah diatur dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan. Termasuk saat perekrutan karyawan baru, tidak hanya orangnya yang dibatasi tapi sistemnya juga sudah menggunakan online seluruhnya.

“Tidak ada penerimaan di centre community (cc) atau tempat keramaian lainnya. Tes seleksi masuk perusahaan juga dibatasi. Setiap kali tes paling banyak itu yang dipanggil mungkin sekitar 10 pelamar. Jadi tidak sekaligus semuanya,” katanya. (joe/r)