Keprisatu.com – Hari raya Imlek 2572 yang biasa dirayakan oleh masyarakat Tionghoa banyak diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Kegiatan yang bersamaan dengan pandemi covid ini dirasa sangat bermanfaat. Momen Imlek ini menjadi salah satu jalan bagi warga untuk berbuat baik.

Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka (Ikamba) Kota Batam Mereka menggela bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang kurang mampu.

Tidak hanya dibagikan kepada warga tidai mampu,sembako juga diberikan kepada enam panti asuhan di Batam. Bhakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Imlek 2572.

Untuk berbagi dengan para warga kurang mampu ini,  panitia telah menyiapkan 438 sembako. Tujuannya adalah selain merayakan hari besar Imlek, kegiatan ini juga sebagai bentuk kehadiran Ikamba Batam untuk berbagi bersama.

Ketua panitia bhakti sosial Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka (Ikamba) Kota Batam acara Mr. Ong mengatakan, “Ini bentuk kehadiran kita, khususnya bagi saudara kita yang kurang mampu. Semoga dengan bantuan ini sedikit bisa membantu saudara kita,” ungkap Mr. Ong, Senin (1/3) sore.

Panti asuhan yang dikunjungi seperti Panti Samaria Fao Kasih Bandara mas, Panti Al Aqsho Bengkong, Panti Orang Gila Talitakum kampung Bagan Tanjung Piayu, Panti Jompo Puri Kebajikan Windsor, Panti Asuhan An Nur Dapur 12 dan Panti Asuhan anak yatim terlantar Nongsa.

“Lewat momen Imlek ini kita bersatu membantu saudara kita. Semakin banyak berbuat tentu akan semakin banyak juga saudara kita yang sejahtera,” kata Rince Meiyi Bendahara IKAMBA Batam.

Ikamba sendiri lanjutnya, tidak ada membeda-bedakan suku, ras dan agama. Semua menjadi satu dibawah kebhinnekaan tunggal ika.

Ke depan kegiatan sosial ini tak hanya di momen Imlek saja, melainkan di seluruh hari besar agama, hari besar negara dan hari besar lain akan diadakan bansos.

“Ke depan di bulan Ramadan kita juga akan bagi takjil dan bersih-bersih masjid. Kegiatan ini akan menjadi kalender tahunan kami di Ikamba Kota Batam,” tambah Meiyi.

Ikamba Kota Batam sendiri memiliki anggota lebih dari 7.000 orang. Bhakti sosial ini merupakan rangkaian kegiatan dalam merayakan Imlek dan Cap Go Meh. Ikamba Kota Batam sendiri memiliki anggota lebih dari 7.000 orang.

Ketua Ikamba Batam Jupri mengatakan, “Ikamba unik, seperti ada saudara kita yang sakit, baik itu masyarakat Melayu atau Tionghoa akan berkumpul bersama, tanpa membeda-bedakan suku, rasa dan agama, dan ini yang selalu kita jaga”.

Penasehat Ikamba Batam Djohar Arif mengatakan, dengan adanya kegiatan sosial ini semakin memperkuat rasa persaudaraan, semakin memiliki rasa cinta kepada daerah Batam dan Kepri. Seperti peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

“Bukan hanya sekedar bantuan, tapi bagaimana sentuhan kasih kepada saudara kita. Harapan saya sebagai pembina warga Bangka untuk jangan pernah bosan dan berhenti berbuat baik untuk kemanusian dan persaudaraan karena ini sebagai wujud dari kebersamaan kita,” kata Djohar.

Kepada seluruh masyarakat Ikamba Batam, ia berpesan untuk selalu berbaur bersama warga Batam dan Kepri, saling merangkul saling memberikan dukungan, serta saling membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Selama ini kita banyak juga paguyuban sudah berbuat, namun apa salahnya kami juga mengambil bagian peduli dalam hal ini,” pungkasnya. (KS03)

Editor : Tedjo