ilustrasi

Keprisatu.com – Diduga ogah mengurus surat  hasil rapid tes yang disyaratkan sebagai dokumen pendukung saat akan bepergian menggunakan angkutan udara, seorang calon penumpang pesawat terpaksa berurusan dengan Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Batam, bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Batam.

Sebab calon penumpang yang akan terbang keluar Kota Batam, kedapatan petugas  mempunyai  dua surat hasil rapid tes bodong alias palsu yang dibawa si calon penumpang.  Surat yang menunjukkan hasil  Non Reaktif tersebut, dibawa oleh salah seorang calon penumpang, dan ditunjukkan ke petugas KKP yang melakukan pengecekan. Kasus dua surat hasil rapid tes palsu yang kedapatan dibawa oleh calon penumpang tersebut,  sudah  diserahkan ke pihak Kepolisian untuk diprosesnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusmarjadi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjadi SPOg yang dihubungi Keprisatu.com Rabu (17/62020)  membenarkan temuan tersebut. Didi yang saat itu tengah berada di Rumahsakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang itu sangat menyayangkan masih saja ada warga yang kedapatan melakukan upaya  pemalsuan dokumen kesehatan tersebut.

Padahal dokumen itu  hasil tes kesehatan bukan sekedar dokumen biasa, tapi mengapa sampai ada yang melakukan pemalsuan hanya untuk sekadara memenuhi persyaratan penerbangan yang bersifat pribadi. “Dokumen kesehatan itu menyangkut nasib orang banyak, “ kata Didi.

Menurut Didi, diberlakukannya persyaratan bebas corona covid 19 untuk warga, yang akan melakukan perjalanan, bukan sekedar formalitas belaka. Didi kembali mengingatkan tentang konsekuensi yang akan ditanggung, bukan hanya bagi yang bersangkutan , namun juga dapat mengancam orang lain yang ada di sekitarnya.

Selain menular, lanjut Didi,  covid-19 belum ada obatnya., belum ada vaksinya, cepat mewabah, menjadi pandemic. Semestinya siapapun itu harus berfikir ulang jangan sampai melakukan perbuatan (memalsukan hasil rapid dan swab) yang bias  mencelakakan banyak orang.

Didi juga menyayangkan temuan orang yang memalsukan surat rapid tes itu, bukan untuk yang pertama kalinya. Sebab sebelumnya sudah ada juga yang ketahuan. “Sebelumnya juga sudah ada yang coba memalsukan, tiga orang , namun kasat mata surat itu mudah diketahui asli apa palsunya,” papar Didi.

Didi kemudian memberikan nasehat dan pengertian kepada pelaku agar tidak melakukan perbuatan tersebut kembali sebab, covid-19 bukan hanya menyerang orang dewasa, dan bukan hanya menular ke orang yang bugar. “Kasihan, kalau yang tertular itu bayi, anak-anak, lansia, yang daya tahan tubuhnya belum maksimal,” ujarnya. (joe)