Ditresnarkoba Polda Kepri membeberkan barang bukti narkoba dan 9 tersangka (ft Humas Polda Kepri)

Keprisatu.com – Di tengah pandemi covid-19, ternyata masih saja ada pelaku  yang melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba. Seperti tindak pidana narkoba di Wilayah Provinsi Kepri dan daerah-daerah yang menjadi TKP penangkapan, petugas masih saja menemukan pelaku pelaku penyalahgunaan hingga penyelundupan narkoba.

Salah satu lokasi yang diwaspadai adalah Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Domestik Sekupang yang merupakan pintu masuk barang haram tersebut. Terbukti,  selama periode April – Mei 2020 petugas berhasil mengungkap 5 LP (laporan polisi) dan mengamankan setidaknya 9 orang tersangka, dua diantaranya wanita.

“Bandara dan Pelabuhan Domestik Sekupang  menjadi salah satu tempat pintu gerbang penyelundupan narkoba. Kasus terakhir dari 5 LP , 9 orang  kita amankan,” ujar AKBP C.P. Sinaga, S.Ik., M.H.,  Kabagwasidik Ditresnarkoba Polda Kepri saat pemusnahan narkoba Senin (15/6/2020) di Mapolda Kepri.

Dalam pemusnahan ada 411,46 gram narkotika sabu dan sebanyak 5.796 gram Ganja Kering yang didimusnahkan pada hari itu . Selain dipimpin  AKBP C.P. Sinaga, S.Ik., M.H., Pemusnahan Barang Bukti Narkotika ini juga didampingi Kepala Balai POM Kota Batam Yosef Dwi Irwan dan perwakilan dari BBNP Kepri AKP Tafsiruddin.

Masih menurut AKBP C.P. Sinaga, pemusnahan barang bukti dilaksanakan  selama Periode April sampai dengan Mei 2020. Barang bukti bukti yang diperoleh sendiri sebanyak 515,39 gram sabu dan 6.000 gram ganja kering.

Namun yang dilakukan pemusnahan adalah Sabu sebanyak 411,46 gram, dan sisanya dikirim ke labfor cabang Medan sebanyak 87,93 gram, untuk pembuktian persidangan sebanyak 16 gram. Untuk Ganja Kering sebanyak 5.796 gram, dan sisanya dikirim ke labfor cabang Medan sebanyak 192 gram, pembuktian dipersidangan sebanyak 12 gram daun ganja kering.

Barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja kering dimusnahkan dengan cara dibakar (ft Humas Polda Kepri)

Barang bukti jenis sabu dimusnahkan dengan cara direbus dengan air panas dan selanjutnya dibuang ke dalam septi tank, untuk barang bukti jenis daun ganja kering dimusnahkan dengan cara dibakar. “Jika satu  gram sabu dan 1 gram ganja kering diasumsikan dapat digunakan oleh 5 (lima) orang pengguna, sehingga jumlah orang yang dapat diselamatkan adalah 32.575 orang atau jiwa,” imbuh AKBP C.P. Sinaga, S.Ik., M.H.

Para Tersangka dikenakan pasal Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) jo pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 35 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun. (joe/r)