Foto ilustrasi ASN.

Keprisatu.com – Kabar pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kepri semakin kencang beredar.

Di kalangan ASN, kabar pemotongan ini sudah menjadi perbincangan hangat sehari-hari.

Para ASN dalam lingkungan maupun antar dinas, badan, dan kantor sudah membincangkan hal ini sejak sebulan terakhir.

Mereka mulai resah dan gelisah. Penyebabnya, TKD tahun 2021 bakal anjlok sesuai kabar yang beredar di antara ASN Pemprov Kepri.

Mereka mendapat kabar bakal diberlakukannya pemotongan TKD yang cukup besar untuk tahun 2021. Pemotongannya berkisar 30 persen sampai 70 persen.

Di antara para ASN ini resah, karena banyak yang terlanjur sudah punya kewajiban cicilan cukup besar tiap bulannya.

”Bisa dibayangkan kalau seorang PPTK di satu unit kerja dinas dipotong Rp5 juta. Penghasilannya terpangkas cukup besar, bagaimana mau bayar cicilan,” ungkap seorang ASN Pemprov Kepri, Kamis (8/10/2020).

Terlebih lagi, dalam setahun terakhir, para ASN Pemprov Kepri nyaris tidak pernah lagi dinas luar kota. Selama pandemi Covid-19, semua kegiatan juga nyaris sudah dipangkas.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah yang dikonfirmasi wartawan media daring ini, Ahad (4/10/2020) membantah kabar dan informasi pemotongan TKD.

”Tidak ada. Saya rasa tahun depan, tidak ada perubahan. Masih sama dengan tahun ini,” tutur Arif seusai salat Magrib berjamaah di Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, Tanjungpinang.

Arif menambahkan perhitungan TKD sudah ada rumusnya.

Dia meyakinkan, ASN Pemprov Kepri tidak perlu khawatir, karena TKD tahun 2021 masih akan sama dengan tahun 2020. (ks 04)