Faceshield (pelindung wajah), salah satu APD yang bisa dijadikan Aalat Peraga Kampanye (APK) di Pilkada Kepri (ft: ilustrasi)

Keprisatu.com – Saat ini kita sudah memasuki masa Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Namun sayangnya, di waktu yang bersamaan, warga Indonesia dan di Kepri khususnya, saat ini, justru berada dalam masa pandemi Covid-19.

Menyikapi masalah ini, Ketua Bawaslu Kota Batam Syailendra Reza mengatakan, Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, handsanitizer, dan faceshield boleh dijadikan Alat Peraga Kampanye (APK).

“Kita melihat penggunaan APD di masa kampanye ini sah sah saja,” ujarnya Senin (28/9/20).

Meski begitu, dia juga mengingatkan agar penggunaan APD ini menghindari menggunakan di tempat ibadah. Namun hal ini masih dikaji.

“Jadi apakah memang ada niat ingin melakukan kampanye atau tidak di tempat ibadah, kita saat ini tengah mengkaji lebih dalam permasalahan seperti itu,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, tahapan kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 telah dimulai pada tanggal 26 September 2020 hingga 2 Desember 2020.

Ada berbagai metode kampanye mulai dilakukan para Pasangan Calon (Paslon), Dimana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebut bahwa Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, handsanitizer, dan faceshield boleh dijadikan Alat Peraga Kampanye (APK).

Apalagi APD seperti masker saat ini, menjadi trend tersendiri di tengah pandemi dimana hampir seluruh masyarakat menggunakan masker. Para Paslon juga diperbolehkan menggunakan APD seperti masker handsanitizer menjadi bahan kampanye.

Namun, masih ada kekhawatiran masker atau faceshild yang berlogo para calon kepala daerah digunakan di tempat ibadah yang dimana tidak boleh ada alat peraga kampanye. (ks14)

Editor : Tedjo