Belakangan  marak calon penumpang yang membawa narkotika jenis sabu melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam.  Otoritas Bandara memilih meningkatkan pengawasan.

Keprisatu.com – Terkait maraknya calon penumpang yang membawa narkotika jenis sabu melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pihak Otoritas Bandara memilih meningkatkan pengawasan dan tidak tebang pilih.

Hal ini terbukti dari tertangkapnya seorang Pegawai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Ditjen Perhubungan Udara yakni Rano Dwi Putra (40) pada Sabtu (22/8/20) yang lalu.  Dimana yang bersangkutan bersama temen wanitanya yakni Maulidia kedapatan membawa sabu lebih dari 3 kg atau tepatnya 3090 gram.

Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi (BUTIK) Suwarso menyebut, pihaknya sudah sejak lama mengingatkan jajarannya, agar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada bagi siapapun yang memasuki bandara.

“Pihak kami akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan, ini dilakukan demi meminimalisir terjadinya aksi penyelundupan barang-barang berbahaya seperti narkoba,” ujarnya Rabu (26/8/20).

Dikatakannya, pihaknya juga tidak ada yang tebang pilih. Dimana semua yang masuk, akan diperiksa sesuai SOP yang ada.

“Karena kami tidak tebang pilih, contohnya oknum Kemenhub itu berseragam tetap kami periksa dan kedapatan,” ujarnya.

Suwarso mengatakan, dirinya sudah sejak lama mewanti-wanti jajarannya, agar selalu memeriksa setiap orang yang memasuki terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Saya selalu tegaskan petugas Avsec, semua yang masuk wajib ikut SOP yang ada,” ujarnya.

Namun, hal ini sedikit mengusik pihak lainnya. Karena ada beberapa pejabat-pejabat terkait yang memprotes kebijakannya ini. Bahkan sampai menelfonnya menanyakan mengapa pemeriksaan seperti itu.

“Ada juga yang telfon Saya tanya kok gini meriksanya, tapi Saya jawab saja itu memang sesuai SOP yang berlaku,” ujarnya.

Dia juga mengatakan akan memberi pengarahan lagi pada petugas Avsec untuk mengingatkan kembali agar meningkatkan kewaspadaan.

“Avsec akan diingatkan lagi untuk tetap menjalankan SOP yang ada, siapapun yang masuk periksa,” ujarnya.

Dirincikannya, bahwa petugas Avsec yang berjaga di Security Check Poin pertama dan kedua jumlahnya cukup banyak. Dimana satu SCP saja ada sekitar delapan hingga belasan orang yang berjaga.

“Dari sekian banyak petugas yang jaga ini semuanya memiliki tugas masing-masing,” ujarnya.

Misalnya untuk penumpang perempuan nantinya diperiksa oleh petugas perempuan. Sedangkan penumpang laki-laki diperiksa petugas laki-laki.

“Biar tidak ada masalah semuanya diperiksa, yang periksa sesuai jenis kelaminnya,” tutupnya. (ks14)

Editor : tedjo