Komponen dari KRI Manggala-402
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan keterangan pers di Bali, terkait temuan kepingan yang dugaannya berasal dari kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Kamis (22/4) dini hari. (Foto: Dokumen Detikcom)

Keprisatu.com – Terdapat penemuan sejumlah kepingan dan dugaannya itu berasal dari komponen kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang. Dugaannya lagi, kepingan tersebut terlepas akibat adanya keretakan pada kapal selam.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menunjukkan beberapa temuan kepingan komponen yang dugaannya berasal dari KRI Nanggala-402. Dugaannya, temuan kepingan tersebut berasal dari komponen KRI Nanggala-402. Ada juga botol air mineral yang berisi cairan.

Tampak salah satunya Panglima Hadi tunjukkan adalah botol kecil berisi cairan untuk melumasi periskop. Panglima Hadi mengatakan botol kecil tersebut biasa oleh ABK yang bertanggung jawab atas alat periskop kapal selam membawanya.

“Ini biasanya ABK yang bertanggung jawab terhadap periskop itu membawa sebanyak ini karena biasanya disimpan-diletakkan dekat dengan periskop. Ini adalah cadangan di dalam kapal selam dan tempatnya di situ apabila terjadi kekeringan, maka ini akan dilumuri periskop tersebut,” kata Hadi dalam konferensi pers di Bali, Sabtu (24/4/2021).

Kemudian komponen kedua yang Panglima Hadi tunjukkan adalah pecahan komponen berbentuk melengkung berwarna abu-abu yang biasa untuk melindungi pipa dalam kapal selam. Selain itu, terdapat tulisan Korea Selatan pada komponen tersebut.

“Kemudian bisa jelaskan sedikit terkait bungkus yang ada tulisan Korea Selatan ini adalah vertical over haul tahun 2012,” ucap Hadi sebagaimana dikutip dari laman Detikcom. 

Komponen yang terakhir adalah pelurus tabung torpedo. Komponen berwarna hitam itu biasanya berada di dalam peluncur torpedo.

Tak hanya itu, tampak juga sebuah botol Aqua 1,5 liter berisi cairan warna cokelat. Cairan tersebut diambil dari permukaan laut dan diduga sebagai bahan bakar solar milik KRI Nanggala-402

Seperti diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Kamis (22/4) dini hari. Batas waktu cadangan oksigen selama 72 jam juga sudah terlewati. (ks04)