Bintan , Keprisatu.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Idris yang berlokasi di Kawal, Kabupaten Bintan, menyiapkan langkah strategis untuk mengantarkan santri berprestasi melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Komitmen tersebut disampaikan dalam peresmian gedung Ponpes Idris yang kini telah menampung ratusan santri.
Ketua Ponpes Idris, KH. Dr. Suparman, mengatakan bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama di lingkungan pesantren, tetapi juga mempersiapkan santri agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Islam terkemuka di dunia.
“Peresmian ini menjadi langkah penting bagi Ponpes Idris untuk mempersiapkan santri berprestasi agar kelak mampu melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Kami ingin membangun kesiapan mereka sejak dini, baik dari sisi keilmuan maupun kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan di sana,” ujar Suparman dalam sambutannya.
Peresmian gedung Ponpes Idris tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Kementerian Urusan Haji, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bintan, wali santri, serta perwakilan Universitas Al-Azhar Kairo, Syeikh Abdul Ahmad Adzhim. Kehadiran para undangan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Bintan.
Pengembangan Ponpes Idris diarahkan untuk menghadirkan pendidikan berbasis kurikulum yang selaras dengan sistem pembelajaran Universitas Al-Azhar. Melalui pendekatan tersebut, pesantren diharapkan dapat membekali santri dengan fondasi keilmuan agama yang kuat sebagai persiapan menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri.
Sementara itu, Syeikh Abdul Ahmad Adzhim, selaku perwakilan Universitas Al-Azhar Kairo, dalam sambutannya menggunakan bahasa Arab dan menjelaskan bahwa Al-Azhar menjadi tempat belajar mahasiswa dari berbagai negara. Ia menyebutkan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas tersebut berasal dari 184 negara, dengan mahasiswa asal Indonesia disebut mencapai hampir 50 persen dari jumlah yang dimaksud dalam keterangannya.
Menurutnya, persiapan calon mahasiswa sejak dini menjadi hal penting agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik, budaya, serta sistem pembelajaran di Al-Azhar. Kesiapan tersebut diharapkan membantu para santri mengikuti proses pendidikan dengan baik ketika melanjutkan studi ke Mesir.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Abu Sofyan, menyambut baik inisiatif Ponpes Idris yang menjalin kerja sama dengan pihak Universitas Al-Azhar. Ia menilai langkah tersebut membuka peluang bagi santri di Bintan untuk memperoleh akses pendidikan tinggi Islam sekaligus mempersiapkan calon mahasiswa yang lebih matang sebelum berangkat ke luar negeri.
“Kami menyambut baik inisiatif Ponpes Idris Bintan bekerja sama dengan pihak Universitas Al-Azhar. Dengan adanya persiapan sejak di pesantren, diharapkan nantinya Kabupaten Bintan dapat mengirim calon mahasiswa yang benar-benar siap untuk menimba ilmu di sana,” ujar Abu Sofyan saat ditemui seusai peresmian.
Peresmian Ponpes Idris Kawal menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Bintan. Dengan dukungan tenaga pendidik, pembekalan keilmuan, serta penjajakan kerja sama dengan Al-Azhar, pesantren ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalur bagi santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan memperluas wawasan keislaman hingga tingkat internasional. (hrs)




