Beranda Batam Usep RS: Yoshie Honda Bukti Perenang Muda Kepri Mampu Bersaing di Level...

Usep RS: Yoshie Honda Bukti Perenang Muda Kepri Mampu Bersaing di Level Asia

Ketua KONI Kepri, Usep RS

Batam, Keprisatu.com – Ketua Umum KONI Provinsi Kepulauan Riau Usep RS mengapresiasi prestasi perenang muda asal Batam, Yoshie Honda, yang terus menunjukkan perkembangan sekaligus mengharumkan nama Kepulauan Riau di bidang olahraga.

Prestasi Yoshie yang mampu menembus persaingan tingkat nasional hingga internasional dinilai menjadi kebanggaan bagi Kepri sekaligus bukti bahwa daerah memiliki atlet muda potensial.

Menurut Usep RS, prestasi Yoshie harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Kepri lainnya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Catatan waktu yang terus dipertajam serta keberhasilannya tampil di ajang internasional menunjukkan bahwa pembinaan atlet usia muda perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Yoshie adalah salah satu atlet muda berbakat dari Kepri yang sudah menunjukkan prestasi di tingkat nasional dan internasional. Kita tentu bangga karena perjuangannya tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Kepulauan Riau,” ujar Usep RS.

Usep berharap prestasi yang diraih Yoshie dapat terus berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman bertanding. KONI Kepri juga berharap semakin banyak atlet muda dari berbagai cabang olahraga yang mampu mengikuti jejak prestasi tersebut dan mengangkat nama Kepri di pentas nasional maupun internasional.

Prestasi Yoshie Honda kembali mencuat setelah tampil impresif pada Jakarta Open 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 13–15 Juli 2026. Dalam kejuaraan tersebut, Yoshie berhasil mempertajam catatan waktu terbaiknya pada nomor spesialisasi 50 meter gaya bebas.

Yoshie tampil bersama tiga perenang muda Kepri lainnya, yakni Kelby, Cristiano dan Suarez. Yoshie dan Cristiano membela Klub Nazra Batam, sedangkan Suarez memperkuat Lumba Lumba Swimming Center.

Jakarta Open 2026 sendiri diikuti tidak kurang dari 85 klub akuatik dari berbagai daerah di Indonesia. Persaingan berlangsung ketat karena sejumlah atlet nasional, termasuk peraih medali PON dan atlet yang dipersiapkan menuju kejuaraan internasional, turut ambil bagian.

Dalam kejuaraan tersebut, Yoshie turun di tujuh nomor pertandingan. Sebagian besar nomor yang diikutinya bukan merupakan nomor spesialisasi utamanya, namun perenang muda Kepri tersebut tetap mampu tampil kompetitif.

Nomor 50 meter gaya bebas menjadi salah satu perhatian utama Yoshie. Hasilnya, ia berhasil mempertajam catatan waktu dari sebelumnya 26,76 detik menjadi 26,45 detik.

Catatan tersebut sekaligus mengantarkan Yoshie finis sebagai runner-up. Ia berada di belakang Adelia, peraih medali emas PON 2024, yang mencatat waktu 26,30 detik, sementara Yoshie berhasil menggeser perenang nasional asal Jawa Timur, Chelsea Alexandra.

Tidak hanya pada nomor gaya bebas, Yoshie juga menunjukkan kemampuan di sejumlah nomor lainnya. Ia berhasil meraih medali emas nomor 50 meter gaya kupu-kupu, medali perak nomor 100 meter gaya punggung, serta medali perunggu nomor 50 meter gaya dada dan 200 meter gaya ganti perorangan.

Peningkatan catatan waktu juga terjadi pada beberapa nomor yang diikuti Yoshie. Pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan, ia memangkas waktunya dari 2 menit 46 detik menjadi 2 menit 32 detik.

Sementara pada nomor 100 meter gaya punggung, Yoshie mampu memperbaiki catatan waktunya dari 1 menit 10,09 detik menjadi 1 menit 09,73 detik. Perkembangan tersebut menjadi indikator positif dari program latihan yang selama ini dijalaninya.

Setelah menyelesaikan penampilannya di Jakarta Open, Yoshie tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Ia langsung bersiap bergabung dengan skuad Tim Nasional Akuatik Indonesia untuk mengikuti 12th Asian Age Group Championships di Bangkok, Thailand.

Kejuaraan tersebut berlangsung pada 17–21 Juli 2026 dan mempertemukan perenang-perenang muda dari berbagai negara di Asia. Bagi Yoshie, tampil di ajang tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengukur kemampuan di level internasional.

Hasilnya kembali membanggakan. Yoshie berhasil meraih medali perunggu nomor 50 meter gaya bebas setelah bersaing ketat dengan perenang-perenang asal China. Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan Yoshie di podium ketiga pada kejuaraan tingkat Asia tersebut.

Yang menarik, Yoshie tidak hanya membawa pulang medali untuk kontingen Indonesia. Ia juga kembali mempertajam catatan waktu terbaiknya pada nomor 50 meter gaya bebas.

Jika pada Jakarta Open Yoshie mencatat waktu 26,45 detik, di Bangkok catatan tersebut kembali dipangkas menjadi 26,26 detik. Artinya, hanya dalam waktu sekitar satu pekan, Yoshie berhasil memperbaiki rekor pribadinya sebesar 0,19 detik.

“Syukur, Yoshie bisa meraih medali perunggu. Yang paling membanggakan, waktunya juga kembali dipertajam,” ujar Reny, ibunda Yoshie Honda.

Reny mengatakan, dirinya bersama keluarga selalu berusaha memberikan dukungan dan mendampingi Yoshie dalam setiap pertandingan. Dukungan tersebut diberikan sebagai motivasi sekaligus untuk menyaksikan langsung perjuangan Yoshie menghadapi persaingan di berbagai kejuaraan.

Menurut Reny, keberhasilan Yoshie yang akrab disapa Memey tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga, Indonesia dan khususnya Provinsi Kepulauan Riau. Ia bersyukur perjuangan putrinya dapat membawa nama daerah hingga ke tingkat internasional.

“Keberhasilan Memey tentu sangat membanggakan bagi kami sebagai orangtua. Tentunya kami juga bersyukur karena prestasinya bisa membawa nama Indonesia dan Kepri,” kata Reny.

Dalam 12th Asian Age Group Championships, Yoshie tidak hanya turun pada nomor 50 meter gaya bebas. Ia mengikuti enam nomor, yakni 50 meter, 100 meter, 200 meter dan 400 meter gaya bebas, serta 50 meter dan 100 meter gaya punggung.

Bagi Yoshie, keikutsertaan di berbagai nomor tersebut menjadi bagian dari proses menambah pengalaman dan menguji kemampuan. Terlebih nomor gaya punggung bukan merupakan spesialisasinya, sehingga setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk memperkaya pengalaman bertanding.

Reny menambahkan, salah satu perkembangan positif Yoshie adalah konsistensinya memperbaiki catatan waktu setiap mengikuti kejuaraan. Hal tersebut menunjukkan adanya perkembangan dari latihan yang selama ini dijalani.

“Patut disyukuri, setiap mengikuti event Yoshie senantiasa memperbaiki dan mempertajam catatan waktunya. Artinya, latihan yang selama ini dijalani mulai menampakkan hasil,” ujarnya.

Bagi KONI Kepri, prestasi Yoshie Honda menjadi bagian dari potensi besar olahraga daerah yang perlu terus mendapat dukungan dan pembinaan. Medali perunggu di Bangkok dan catatan waktu 26,26 detik menjadi modal penting bagi Yoshie untuk melanjutkan perjalanan prestasinya, sekaligus membawa nama Kepulauan Riau semakin dikenal melalui prestasi olahraga di pentas Asia.

(tjl)