Keprisatu.com – PT PLN Batam menorehkan capaian baru di bidang keberlanjutan dengan terpilih sebagai nominator TOP CSR Awards 2026, sebuah ajang penghargaan yang menilai komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial secara strategis dan berkelanjutan.
Dalam proses penjurian yang berlangsung pada Rabu (13/5/2026), PT PLN Batam memaparkan berbagai langkah perusahaan dalam mengintegrasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis perusahaan.
Hadir dalam sesi penjurian tersebut Sekretaris Perusahaan Rudi Antono, Manager Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Yoga Perdana Sulastama, Assistant Manager Komunikasi Korporat Rahmat Furqon, serta Tim Humas PT PLN Batam.
Rudi Antono menjelaskan, sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir, PLN Batam menjalankan aktivitas mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelayanan ketenagalistrikan di wilayah Batam, Rempang, dan Galang.
Saat ini, perusahaan juga mengoperasikan sejumlah Mobile Power Plant (MPP) di berbagai wilayah Indonesia serta mengelola pembangkit strategis seperti PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 120 MW dan sejumlah PLTG serta PLTMG di Batam maupun luar daerah.
“Dalam melaksanakan aktivitas bisnisnya, PT PLN Batam juga menjalankan program CSR yang telah diintegrasikan dengan program ESG perusahaan,” ujar Rudi.
CSR dan ESG Jadi Pilar Pertumbuhan Jangka Panjang
PLN Batam menegaskan bahwa implementasi CSR dan ESG tidak lagi diposisikan sebagai kegiatan sosial semata, melainkan menjadi bagian dari tata kelola perusahaan dan arah pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Komitmen tersebut diperkuat melalui pembentukan Komite Sustainability berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 0019.K/DIR/2025. Pengelolaan program CSR berada di bawah Sekretariat Perusahaan dengan pengawasan langsung Direksi.
Di sisi tata kelola, perusahaan juga memperkuat budaya transparansi dan integritas melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang didukung kebijakan anti-fraud, pengendalian gratifikasi, whistleblowing system, hingga implementasi SNI ISO 37001:2016.
Strategi keberlanjutan PLN Batam turut diwujudkan melalui pengembangan proyek PLTS terapung berkapasitas 42 MWp di Batam sebagai bagian dari dukungan terhadap target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional dan agenda Net Zero Emission 2060.
Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan Batam.
Program CSR Fokus pada Pendidikan, UMKM, dan Lingkungan
Seluruh strategi CSR disusun berdasarkan analisis materialitas yang mempertimbangkan dampak bisnis, kebutuhan pemangku kepentingan, serta risiko dan peluang jangka panjang.
Beberapa program yang menjadi sorotan antara lain:
1. Program Beasiswa Sahabat Terang, yang membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
2. Program Workshop Pemberdayaan UMKM, untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.
3. Program Pengembangan UMK Batik Moleqie Ngah Jaya, sebagai dukungan terhadap ekonomi kreatif lokal.
4. Program Penanaman Mangrove di Kebun Raya Batam, untuk mendukung konservasi lingkungan dan ketahanan ekosistem pesisir.
Bantuan fasilitas sosial bagi rumah ibadah, pendidikan, dan lingkungan permukiman.
Tak hanya itu, PLN Batam juga mengembangkan program unggulan berbasis Creating Shared Value (CSV) melalui Kolam Bioflok dan Bank Sampah Komunitas bersama Kelompok Wanita Tani Unit Bank Sampah Taburosi yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan.
Nilai Sosial Lebih Tinggi dari Investasi
Sebagai bentuk pengukuran dampak nyata, PLN Batam melakukan evaluasi Social Return on Investment (SROI) terhadap empat program CSR sepanjang 2025.
Hasilnya menunjukkan:
1. Workshop Pemberdayaan UMKM: 1,47
2. Penanaman Mangrove Kebun Raya Batam: 1,31
3. Pengembangan UMK Batik Moleqie Ngah Jaya: 1,13
4. Program Peduli Pendidikan Anak dan Bantuan Komputer: 1,10
Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi sosial yang dilakukan perusahaan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Implementasi CSR dan ESG juga berkontribusi terhadap tingkat kepercayaan pelanggan, yang tercermin dari Indeks Kepuasan Pelanggan PT PLN Batam sebesar 98,93 persen pada 2024.




