
Keprisatu.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri Haul Khalifah Syechk Syaibuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Masjid Sultan Riau, Pulau Penyengat, Rabu (11/2). Kehadiran gubernur didampingi Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza bersama ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Tradisi haul menjadi momen penting bagi masyarakat Penyengat dan para keturunan yang telah merantau untuk berkumpul dan menziarahi makam para ulama penyebar ajaran Islam di masa lampau. Kegiatan ini telah berlangsung turun-temurun sebagai bagian dari identitas spiritual dan budaya masyarakat setempat.
Pulau Penyengat yang sarat sejarah peradaban Melayu kembali dipadati peziarah sejak pagi hari. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Al Barzanji, doa bersama, dan ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan antarjamaah.
Gubernur Ansar Ahmad menyebut haul bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Ia menilai tradisi ini menjadi kekuatan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Kepri.
“Haul ini adalah wisata religi tahunan yang sangat penting. Selain memperkuat nilai spiritual, ini juga menjadi ajang silaturahmi umat Muslim yang datang dari berbagai penjuru,” ujar Ansar Ahmad.
Menurut Ansar, Pulau Penyengat memiliki posisi strategis sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu yang harus terus dijaga. Ia menegaskan pemerintah provinsi mendukung penuh pelestarian kegiatan religius yang berdampak pada penguatan pariwisata daerah.
Ribuan jamaah memadati Masjid Jami Sultan Riau Lingga sebagai pusat kegiatan. Suasana khusyuk terasa saat doa bersama dipanjatkan untuk para ulama terdahulu yang berjasa menyebarkan ajaran Islam di wilayah Kepulauan Riau.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza yang turut mendampingi gubernur berharap momentum haul mampu meningkatkan daya tarik wisata religi di ibu kota provinsi tersebut. Ia menilai potensi sejarah Penyengat sangat besar untuk dikenal dunia.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Penyengat memiliki nilai sejarah tinggi yang menjadi kebanggaan Tanjungpinang,” kata Raja Ariza.
Ia menambahkan, pulau yang dikenal sebagai mahar pernikahan raja kepada permaisuri itu menyimpan banyak peninggalan bersejarah yang harus dipromosikan secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kelestarian situs budaya.
Acara haul ditutup dengan doa bersama di Masjid Sultan Riau Lingga, dilanjutkan ramah tamah antarjamaah. Kebersamaan para peziarah mencerminkan kuatnya ikatan spiritual dan sosial yang diwariskan lintas generasi.
Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah Islam di Kepulauan Riau, tetapi juga mempertegas posisi Pulau Penyengat sebagai pusat wisata religi dan budaya Melayu yang terus hidup hingga kini. (tjo)



