Keprisatu.com – Sekretaris Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengapresiasi Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan atas capaian peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2025.
Ia menilai lonjakan jumlah wisman dan wisatawan nusantara menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 21,5 persen serta menyumbang devisa sebesar Rp22,6 triliun bagi daerah.
“Alhamdulillah, kunjungan wisman kita mencapai 2.027.037 pada tahun 2025. Peningkatan ini menjadi indikator pertumbuhan iklim wisata kita. Saya memberi apresiasi kepada Pak Hasan dan teman-teman pelaku wisata,” ujar Wahyu, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, angka tersebut menjadi bukti bahwa Kepri semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
Wahyu berpesan agar capaian ini dijadikan motivasi bagi Dinas Pariwisata Kepri bersama pelaku usaha untuk terus memperkuat promosi dan pelayanan destinasi. Ia berharap peningkatan kunjungan wisman dapat terus dijaga melalui inovasi program, pengembangan destinasi, serta kolaborasi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Selain itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha wisata untuk mengemas obyek wisata semenarik mungkin.
“Promosinya ditingkatkan lagi dan destinasi wisata diperbaiki semenarik mungkin,” pesannya.
Ia juga menaruh harapan, dengan tren peningkatan kunjungan Wisman ini, jumlah kunjungan Wisman ke Kepri bisa mencapai menyumbang devisa Rp29,9 triliun pada tahun 2026.
“Kita optimis, tahun ini devisa bisa mencapai Rp29,9 triliun jika kita saling bekerja sama,” imbuhnya.
Sebelumnya, Hasan menyampaikan, jumlah kunjungan Wisman ke Kepri tembus 2 juta kunjungan sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau periode Januari–Desember 2025.
“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau sepanjang tahun 2025 mencapai 2.027.037 orang atau tumbuh sebesar 21,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 1.667.081 kunjungan,” katanya.
Selain Wisman, jumlah kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, kunjungan wisnus tercatat sebanyak 4.294.670 perjalanan, tumbuh 22,99 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.491.947 perjalanan.
Hasan juga memaparkan bahwa secara khusus pada Desember 2025, kunjungan wisman mencapai 247.024 kunjungan atau naik sebesar 56,97 persen. Sementara itu, kunjungan wisnus tercatat sebanyak 378.494 perjalanan atau meningkat 6,59 persen.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada periode tersebut mencapai 56,96 persen atau naik 2,42 poin dibandingkan periode sebelumnya.
“Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan wisatawan terhadap Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan, baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik,” jelas Hasan.
Lebih lanjut, Hasan menyebutkan bahwa total pengeluaran wisatawan di Kepulauan Riau sepanjang tahun 2025 mencapai Rp22.635.884.303.009.
Angka tersebut menunjukkan kontribusi besar sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah sekaligus devisa negara.
“Pariwisata Kepulauan Riau menyumbang devisa negara dari kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp22,6 triliun. Ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menetapkan target ambisius dengan sasaran 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Target tersebut akan dicapai melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas destinasi, serta penyelenggaraan berbagai event berskala nasional dan internasional.
“Pada tahun 2026, Kepulauan Riau juga ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan nasional Wonderful Indonesia Wellness oleh Kementerian Pariwisata yang akan dilaksanakan di Pulau Bintan, meliputi wilayah Tanjungpinang dan Bintan,” tambah Hasan.
Selain itu, Kepri juga mendapatkan dukungan event dari Kementerian Pariwisata melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN) berupa Jong Race Festival di Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Batam.
Event tersebut akan diperkuat dengan supporting event seperti Penyengat Heritage serta Kepri International Art & Culture 2026.
“Dengan rangkaian event tersebut, kami optimistis pariwisata Kepulauan Riau akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” tutup Hasan. *




