Keprisatu.com – Di Gang Jati, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, sebuah rumah sederhana milik keluarga nelayan menjadi saksi kepedulian insan pers.
Menyongsong Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 Tahun 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan kembali menggelar aksi kemanusiaan bedah rumah bagi warga kurang mampu, dengan menyasar keluarga nelayan penangkap ketam sebagai penerima manfaat.
Keluarga tersebut adalah Wira Abrian (36), nelayan pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil bubu ketam. Bersama istri dan dua anaknya, Wira menjalani hari-hari penuh ketidakpastian. Jika laut tak bersahabat, ia tak ragu beralih menjadi buruh kasar atau pembantu tukang, asalkan dapur tetap mengepul dari rezeki yang halal.
“Kerja utama ya nelayan, nangkap ketam pakai bubu. Kadang juga buruh kasar, kerja serabutan lah,” ujar Wira lirih, di sela doa bersama yang mengawali kegiatan bedah rumah PWI Bintan, Senin (22/12/2025). Kalimat sederhana itu menggambarkan kerasnya hidup nelayan kecil di pesisir Bintan.
Melalui program bedah rumah ini, PWI Bintan tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi keluarga nelayan. Di momentum HPN 2026, insan pers menunjukkan bahwa kehadirannya bukan sekadar menyuarakan berita, tetapi juga menghadirkan empati dan keberpihakan nyata bagi mereka yang berjuang di garis kehidupan paling sederhana.
Wira menceritakan, ketika mengawali hidup berkeluarga, penghasilan bekerja sebagai nelayan masih mencukupi kebutuhan rumah tangga. Ketika masih memiliki satu orang anak, Wira masih bisa menyisihkan uang untuk membeli semen. Kemudian, Wira mengumpulkan pasir dengan karung. Dan membikin batako.
“Dari situ, saya mencoba membangun rumah secara bertahap. Tapi, sejak tujuh tahun lalu, rumah saya tidak selesai. Cuma terbangun dinding saja. Kondisi ekonomi saat itu sulit sampai sekarang,” jelas Wira.
Karena pembangunan rumah terbengkalai, Wira yang sudah memiliki dua orang anak ini, harus sewa kos-kosan untuk tempat tinggalnya bersama keluarga. Sebulan, untuk membayar kos tersebut, Wira harus mengeluarkan uang Rp350 ribu.
“Untuk membayar sewa kos yang kecil itu pun saya susah mencari uangnya. Untuk hidup keluarga saya saja, sangat sulit,” ucapnya.
Dari kehidupan nelayan penangkap ketam tersebut, PWI Bintan memberikan uluran tangan melalui aksi kemanusiaan Bedah Rumah menyongsong HPN 2026. Wira nelayan penangkap ketam si penerima manfaat program bedah rumah ini mengucapkan terima kasih kepada PWI Bintan.
“Tidak pernah mimpi mendapatkan bantuan bedah rumah ini. Alhamdulillah dan terima kasih kepada PWI Bintan dan para donatur,” ungkapnya.
Wira berdoa agar para wartawan yang tergabung di PWI Bintan mendapatkan keberkahan selama melaksanakan tugasnya sebagai insan pers.
“Semoga apa yang diberikan ini dibalas dengan hal-hal yang baik pula,” ucap Wira didampingi istri dan anak, serta saudaranya.
Harjo Waluyo Ketua PWI Bintan menyebutkan, aksi kemanusiaan bedah rumah yang memasuki tahun kelima ini, merupakan program unggulan PWI Bintan setiap menyambut HPN. Dan kegiatan bedah rumah ini menjadi agenda rutin setiap menjelang HPN.
“Ini alhamdulillah sudah tahun kelima kita melaksanakan program bedah rumah. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian para relasi kerja kami, karena sejak awal kami memang mengusung konsep gotong royong,” terang Harjo, usai doa bersama di lokasi bedah rumah.
Harjo mengatakan, pemilihan lokasi bedah rumah ini berdasarkan pertimbangan dan rapat bersama pengurus PWI Bintan.
“Ada dua lokasi saat kami survei pekan lalu. Pertama, di Teluk Sasah. Dan kedua, ada di Galang Batang. Hasil keputusan rapat bersama, kita tetapkan bedah rumah tahun ini kita laksanakan di Teluk Sasah ini,” ungkapnya.
Harjo berharap, selama kegiatan pembangunan bedah rumah tidak ada kendala berarti. Program dilaksanakan lebih cepat karena beberapa pertimbangan.
“Target kami, 40 hari siap. Agar pada saat HPN bisa kita serah terimakan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami terbuka lebar bagi para donatur yang ingin beramal melalui kegiatan bedah rumah ini,” kata Harjo Waluyo menambahkan. (lis)




