
Keprisatu.com – Polemik dugaan penyerobotan tamu yang dilakukan tour guide (pemandu wisata),digaungkan salah satu agen tour and travel I-kata dan diberitakan oleh salah satu website di Batam menjadi perhatian serius Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kepri.
Buntutnya, organisasi profesi yang menaungi tour guide itu, mencabut sementara keanggotaan dan melarang terduga tourguide inisial P untuk membawa tamu.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua DPD HPI Kepri, Segara Arif Laksamana Sinaga, melalui juru bicaranya Lazuardi Pare, Ketua DPC HPI Kota Batam, dalam konferensi pers di Batam, Senin (5/1/2026).
“Kami tidak akan mentolerir jika ada tourguide yang bertindak nakal, kalau terbukti bersalah pasti kami tindak,” katanya.
Lanjut Lazuardi Pare, dari hasil penyelidikan sementara, HPI Kota Batam mengaku bahwa, secara internal, permasalahan antara P dan agen perjalanan I-Kata sudah selesai sejak Desember 2025.
“Kenapa masalah ini mencuat lagi sekarang, sedangkan sepengetahuan kami, permasalahan di antara mereka sudah selesai sejak Desember 2025. Bahkan kami juga diperlihatkan oleh P bukti percakapan pesan Whatsapp di antara keduanya. Ini sungguh disayangkan sekali,” katanya lagi.
Ditempat yang sama, Ketua DPP HPI Korwil Sumatera, Deni Rade Situmeang, menegaskan bahwa organisasi tidak akan membela anggota yang terbukti melanggar kode etik profesi.
“Oknum yang disebut dalam pemberitaan sudah kami panggil dan kami periksa. kami juga masih menunggu laporan resmi dari pihak agen perjalanan,” ujar Deni.
Dari pemberitaan yang dipublis pada 4/1/2026, pemilik travel I-Kata, Nurul, menyampaikan keluhan kepada media. Menurutnya, P telah merebut tamu milik agen perjalanan miliknya. Ia mengaku mengalami kerugian yang cukup besar.
“Ini bukan tamu kecil. Ini paket besar. Tamu yang biasanya lewat kami justru diambil sendiri. Dia masih pakai seragam kami, masih kerja dengan kami, tapi WhatsApp dari agen luar diterima atas nama travel kami dan tidak pernah dilaporkan,” ujar Nurul, dikutip dari batamclick.com.
Sementara itu, kepada awak media, P membantah tudingan tersebut. Ia mengaku, telah mengarahkan tamu untuk berkoordinasi dengan pihak travel.
“Saya sudah meminta tamu untuk menghubungi pihak travel agent, tapi mereka tidak mau,” ujarnya.
P juga menjelaskan bahwa sebelumnya ia adalah pekerja lepas di travel I-Kata. Namun, terhitung sejak 18 Desember 2025, ia telah mengundurkan diri atau keluar dari bagian travel I-Kata.
“Dari tanggal 18 Desember 2025 itu, saya telah memutus kerjasama sebagai pekerja lepas di I-Kata. Dan saya membawa tamu tersebut di tanggal 26 Desember 2025, jauh setelah itu. Dan sebelumnya, saya juga sudah meminta tamu untuk berkoordinasi dengan pihak agen, tapi tamunya yang tidak mau,” ucapnya. (lis)



