Keprisatu.com – Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin, mengajak seluruh masyarakat Kepri, untuk terlibat dalam gerakan menanam satu miliar pohon kelapa. Saat ini ekspor kelapa beberapa kali dilaksanakan dari Kepri. Namun, sumber utama kelapanya sebagian besar dari luar Kepri.
Potensi besar ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi pintu ekspor produk kelapa dari Kepri cukup besar.
Karena itu ajakan ke seluruh komponen masyarakat untuk ikut berpartispasi dengan ikut menanam pohon kelapa.
Untuk mendukung penanaman satu miliyar pohon kelapa, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menanam pohon kelapa di Stadion Sei Harapan, Kamis (3/12/2020). Penanaman pohon kelapa tersebut langsung di pimpin Sekda Kota Batam Jefridin Hamid.
“Sebagai warga Pramuka, saya sangat bangga dan berterimakasih pada Pjs Gubernur. Kelapa ini merupakan lambang Gerakan Pramuka Republik Indonesia,” ucap Jefridin.
Jefridin yang juga Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Batam menyebutkan, lambang tunas kelapa dalam gerakan pramuka memiliki makna yang sangat dalam. Jefridin menerangkan, setidaknya terkandung dua filososis terkait lambang tersebut.
Pertama, kelapa merupakan satu-satunya tumbuhan yang bisa tumbuh di mana saja. Air tawar, air payau, air asin, lembah, lereng bukit hingga di atas gunung. Hal ini dimaknai agar Pramuka bisa berkiprah seperti kelapa, di mana saja bisa menyesuaikan diri.
“Kita ketahui Indonesia terdiri dari ragam suku maupun agama. Senada dengan filosofi ini, maka orang pramuka seyogyanya bisa hidup bermasyarakat, bergandengan di mana saja,” terang dia.
Filosofi yang kedua, lanjut Jefridin, kelapa adalah tumbuhan yang semua bagiannya, dari akar hingga pucuknya memiliki manfaat. Beberapa manfaat kelapa seperti, pucuknya bisa digunakan bungkusan ketupat. Lidinya bisa tusuk sate dan sapu. Pelepahnya juga banyak manfaatnya. Buahnya apalagi, mulai dari isi, air, batok hingga sabuknya bermanfaat. Batangnya bisa jadikan mobiler seperti papan dan sebagainya.
Hal ini juga dimaknai, Pramuka dapat terus bermanfaat bagi sesama, bangsa dan negara.
“Oleh karena itu sebagai orang Pramuka saya mendukung pencanangan penanaman satu miliar pohon kelapa di Kepri,” ujar Jefridin.
Pencanangan gerakan ini telah dilakukan beberapa waktu lalu. Ide gerakan ini bermula dari adanya satu perusahaan yang justru mendatangkan bahan baku kelapa dari daerah lain.
Tidak hanya itu, dalam sebuah acara ekspor kelapa, namun sayangnya kelapa yang diekspor melalui Kepri justru didatangkan dari daerah lain juga.
Kelapa merupakan tumbuhan yang semuanya bagiannya bermanfaat dan bernilai ekonomi. Hal ini harusnya dapat dikembangkan sehingga menopang ekonomi daerah ini. Manfaat kelapa mulai dari pangan hingga furniture.
Jika bisa hasilkan kelapa 1 miliar dalam waktu tertentu, uang triliun akan dibawa ke daerah ini.
Di Kepri, awal tahun ini, dari beberapa daerah dilakukan ekspor olahan produk kelapa. Dari Karimun, misalnya pada April lalu dilepas kegiatan ekspor kelapa dan air kelapa ke Malaysia dengan nilai Rp1,2 miliar.
Kemudian dari Bintan dilakukan ekspor santan organik kelapa dalam kemasan kaleng ke Jerman dengan niali Rp1,3 miliar. Dengan gerakan satu milar kelapa, sumber utama kelapa yang diskepor dari Kepri memang berasal dari Negeri Segantang Lada ini. Apalagi sebagai daerah kepulauan, kelapa sangat mudah tumbuh.
Dinas Pertanian Kepri juga diharapkan akan menyediakan bibit bibit kelapa terbaik. Sehingga gerakan ini tidak asal tanam, namun juga produknya memenuhi kebutuhan ekspor. (ks10).
Editor : Tedjo



