Aznedra SE MM, Komisioner KPPAD Kota Batam

Keprisatu.com – Kasus Penularan  virus Covid-19 di Bulan April  lalu semakin meningkat terjadi di Kota Batam. Penularan kasus ini membawa dampak tidak hanya ke orang dewasa, namun juga menjalar di kalangan anak anak.

Berdasarkan data dari Press Release Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam , Sabtu   (01//05/2021),  kumulatif terdata sebanyak 7.284 orang terpapar. Kecamatan – kecamatan banyak yang berzona merah. Ironisnya, di antara para pasien yang terpapar covid-19, tidak hanya orang tua atau dewasa yang terpapar.

“Data yang kami peroleh dari tim gugus tugas, total anak anak yang menjadi korban paparan corona mencapai ratusan orang,” ujar Aznedra SE MM, Komisioner Komisi Pengawasan Dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam Bidang Pendidikan ditemui Minggu (2 Mei 2021).

Berdasarkan Press Release Sabtu (1/5/2021) Gugus Tugas Covid 19 Kota Batam penduduk Kota Batam yang terpapar Covid 19 sebanyak 7.284 orang, dimana 92 % yaitu 6.672 orang adalah orang dewasa dan 8 % yaitu 612 orang adalah kategori anak. Namun demikian, meski hanya berada di angka 8 %, namun tetap membutuhkan kewaspadaan.

BERIKUT GRAFIS KASUS POSITIF COVID-19 ANAK BERDASARKAN USIA DI KOTA BATAM PER 1 MEI 2021

 

Sedangkan untuk tabel anak anak yang terpapar Covid-19 berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh anak anak berkelamin pria.

BERIKUT TABEL DATA POSITIF COVID-19 ANAK BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI KOTA BATAM PER 1 MEI 2021

 

Anggota KPPAD Rekomendasikan Pemberlakuan Jam Malam untuk Anak-Anak

Aznedra mengungkapkan apresiasi atas apa yang dilakukan Tim Satgas Kesehatan yang bertugas di seluruh rumahsakit Rujukan Covid19 di Kota Batam yang telah berupaya keras sehingga sebanyak 95 % atau 564 dari 598 orang anak anak yang terpapar Covid-19 bisa sembuh dari corona. “Semoga angka pertambahan pasien anak anak tidak bertambah lagi,” ujar Aznedra .

Terkait kembali membeludaknya kasus Covdi-19 di Kota Batam Aznedra SE MM selaku Komisioner KPPAD Kota Batam Bidang Pendidikan menjelaskan, melihat situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Batam yang semakin tinggi, maka saat ini sekolah tatap muka belum direkomendasikan.

“Jika sekolah tatap muka diadakan , maka sekolah harus menyiapkan blended learning , anak dan orang tua diberi kebebasan memilih metode pembelajaran luring (luar jaringan) atau daring (dalam jaringan),” paparnya.

Pihak sekolah juga, menurut Aznedra juga harus sudah melakukan sosialisasi protokol kesehatan (SOP) ke pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan orangtua peserta didik.

“Prediksi jangka waktu pandemic Covid-19 yang masih belum dapat dipastikan , maka guru dan sekolah hendaknya mencari inovasi baru dalam proses belajar mengajar bisa memamfaatkan belajar di ruang terbuka seperti taman, lapangan atau sekolah lapangan terbuka,” kata dia.

Jadi, terkait peningkatan  kasus corona, Aznedra merekomendasikan ke Pemko agar lebih memperketat / menegakkan disiplin Prokes (Protokol Kesehatan)  di tempat – tempat umum, seperti  di restoran, pasar, mall , dan perkantoran. “Pemberlakukan dan peningkatan disiplin prokes terhadap masuarakat. Terpenting   memperlakukan jam malam untuk anak-anak,” ujar Aznedra.

Dia berharap dengan upaya tersebut, bersama sama bisa merasakan kondisi normal. “Kita semua berharap semoga wabah Virus Covid-19 Cepat Berlalu dan kembali normal lagi”. (KS15)

Editor : Teguh Joko Lismanto