Keprisatu.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Muhammadiyah Kota Tanjungpinang menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha), Sabtu (9/5), di Gedung Kauman Muhammadiyah Km 8 Tanjungpinang.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sedikitnya 58 peserta dari berbagai masjid di Kota Tanjungpinang mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman tentang tata cara penyembelihan hewan qurban secara halal dan sesuai syariat Islam.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal Abdullah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Mustasyar PWNU.
Dalam sambutannya, Erizal Abdullah mengapresiasi langkah Muhammadiyah Kota Tanjungpinang yang dinilai peduli terhadap kualitas penyembelihan hewan qurban agar benar-benar memenuhi standar halal dan kesehatan.
Hadir sebagai narasumber utama yakni Ketua Juleha Kota Tanjungpinang, Saparilis yang juga menjabat sebagai Camat Tanjungpinang Timur. Ia diketahui telah mengantongi sertifikat halal tingkat nasional serta memiliki usaha peternakan sapi dan kambing.
Selain itu, narasumber lainnya adalah Arnel, seorang pengusaha peternakan dan pertanian yang juga telah memiliki sertifikasi halal dalam bidang penyembelihan hewan.
Berbagai materi diberikan kepada peserta selama pelatihan berlangsung. Mulai dari pengenalan ciri-ciri hewan qurban yang sehat, pengetahuan tentang penyakit pada hewan ternak, hingga teknik penyembelihan sesuai syariat Islam.
Pada sesi akhir, peserta diajak melakukan praktik penyembelihan secara langsung. Dalam praktik tersebut, panitia menggunakan ayam sebagai media latihan untuk memberikan pemahaman teknik penyembelihan halal yang benar.
Ketua Muhammadiyah Kota Tanjungpinang, Nazaruddin mengatakan, pelatihan Juleha sebenarnya telah lama diprogramkan oleh pihaknya sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat menjelang Idul Adha.
Menurutnya, penyembelihan hewan halal memiliki arti penting bagi umat Islam, khususnya agar daging qurban yang dikonsumsi benar-benar memenuhi ketentuan syariat dan higienitas.
“Awalnya target peserta mencapai 100 orang, namun karena beberapa kendala, tahun ini baru terealisasi sekitar 58 peserta. Meski demikian, kami bersyukur antusias masyarakat cukup tinggi,” ujarnya.
Salah seorang peserta asal Teluk Keriting yang enggan disebutkan namanya mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Selain menambah wawasan, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antarpetugas qurban dari berbagai masjid di Tanjungpinang.
Ia berharap generasi muda semakin banyak yang tertarik mengikuti pelatihan serupa agar pengetahuan tentang penyembelihan hewan halal dapat terus diwariskan. Dirinya juga berharap Pemerintah Kota Tanjungpinang ke depan dapat menghadirkan Rumah Potong Hewan Halal untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mendapatkan modul pelatihan, snack, makan siang, serta perlengkapan penyembelihan hewan dari panitia. (abdul harris)