49 Peraturan Pelaksana UU Cipta Kerja sudah diundangkan.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berharap pemberlakuan aturan turunan UU Cipta Kerja yang sudah diundangkan bisa secepatnya memulihkan perekonomian nasional. (Foto: Dokumen Kemenkumham)
Yasonna Laoly Sebut sebagai Vaksin Perekonomian Nasional

Keprisatu.com – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly berharap UU Cipta Kerja  bisa secepatnya memulihkan perekonomian. Hal ini menyusul pemerintah yang telah mengundangkan 49 peraturan pelaksana UU Cipta Kerja ke dalam Lembaran Negara Republik Indonesia pada Selasa (16/2/2021).

“Sejak awal, pembuatan UU Cipta Kerja untuk menjadi stimulus positif bagi peningkatan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ini akan membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat. UU Cipta Kerja juga merupakan terobosan dan cara pemerintah menangkap peluang investasi dari luar negeri. Ada penyederhanaan izin dan pemangkasan birokrasi,” kata Yasonna dalam keterangan resminya, Rabu (17/2/2021).

“Dengan pengundangan peraturan pelaksana UU Cipta Kerja, harapannya bisa segera berdampak pada upaya pemulihan perekonomian nasional. Ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan tahun kebangkitan Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: Undang-Undang Cipta Kerja Segera Berlaku

Sebagaimana sebelumnya, pemerintah terus menggeber penyelesaian aturan turunan UU Cipta Kerja. Pengundangan aturan turunan ke dalam Lembaran Negara RI awal pekan ini terdiri dari 45 Peraturan Pemerintah dan 4 Peraturan Presiden.

Jumlah 49 peraturan pelaksana tersebut menambah daftar aturan turunan yang telah diundangkan. Sebelumnya, sudah ada penetapan 2 PP yang menjadi aturan, yakni PP Nomor 73 Tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi dan PP Nomor 74 Tahun 2020 tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi. Adapun secara keseluruhan aturan turunan yang menjadi implementasi UU Cipta Kerja rencananya akan ditetapkan sebanyak 49 PP dan 5 Perpres.

Yasonna kembali mengatakan, peraturan pelaksana UU Cipta Kerja ini akan menjadi vaksin bagi lesunya perekonomian Indonesia.

“Sebagaimana vaksin akan meredakan penyebaran Covid-19 yang menjadi masalah dahsyat bagi dunia saat ini. Kita berharap UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksananya juga menjadi vaksin untuk memulihkan perekonomian nasional. Setelah mengalami kelesuan selama setahun terakhir, sebagai akibat dari pandemi ini,” kata Yasonna. (ks04)

editor: arham