Keprisatu.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan sedikitnya 320 Kiai dan Nyai meninggal terjangkit corona.

”Sampai saat ini yang terdaftar di kami, lebih dari 320 kiai dan nyai meninggal terjangkit Covid-19. Itu merupakan kerugian buat kami,” ungkap Ketua Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli Covid-19 PBNU, dr Makky Zamzami.

Makky mengatakan, terutama di pondok-pondok pesantren, banyak sekali para kiai yang sudah lansia atau di atas 60 tahun.

Kemudian, ia menyebut bahwa terdapat banyak warga NU yang berstatus lansia. Ia mengutip survei dari LSI pada 2017, anggota NU ada sekitar 90 juta jiwa. Dari data tersebut, terdapat kurang lebih 11 persen atau 9 juta warga NU berasal dari kalangan lansia.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi untuk lansia harus secara komprehensif karena akan sangat membantu mencegah penularan atau bergejala berat. Terutama untuk para kiai dan lansia di masyarakat pesantren.

”Kita berharap ini bisa terwujud. NU bisa menjadi salah satu ormas yang berperan aktif dalam membantu pemerintah untuk bisa mempercepat terwujudnya vaksin untuk lansia ini. Karena kami sangat mendukung sekali, terutama untuk para kiai (di pesantren),” ucap Makky.

Untuk itu, Makky menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi untuk lansia tidak hanya terfokus pada fasilitas kesehatan, seperti RS atau puskesmas.

Sebab para lansia ini, menurutnya, akan sangat rentan terkena atau tertular covid-19. Apalagi jika pelaksanaan vaksinasi di fasilitas kesehatan, terdapat antrean yang sangat panjang.

”Jadi kita harus memikirkan tempat-tempat alternatif yang nyaman untuk vaksinasi lansia. Harus ada skema khusus vaksin untuk lansia, tidak harus mengantre seperti sebelum-sebelumnya. Kami menyarankan bahwa vaksin untuk lansia agar benar-benar efektif. Ini masalahnya terkait waktu dan tempat,” ungkapnya saat diskusi virtual bertajuk Vaksinasi Tahap 2: Cinta untuk Lansia, pada Senin (22/2).

Saran One Day Care Services 

Makky juga menyarankan agar pemerintah membentuk one day care services. Terdapat satu tempat yang selama satu hari penuh, para lansia itu bisa terlayani dengan baik. Ketika mereka mendaftar dan tekanan darahnya tinggi, bisa terlebih dulu diturunkan, kemudian baru divaksin.

“Jadi one day care service itu ketika lansia daftar dan tensinya tinggi, bisa diturunkan dulu. Diobservasi dulu selama satu hari penuh, lalu divaksin ketika dia sudah stabil baru divaksin. Ini satu hari penuh banyak dilakukan di banyak RS hanya dalam waktu terbatas,” terangnya.

Lebih lanjut ia berharap, pelaksanaan vaksinasi untuk para lansia ini bisa secepatnya secara merata. Namun, Makky juga memahami bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga pendistribusian vaksin harus secara ketat dan tidak semua daerah bisa segera mendapatkan vaksin.

“Tapi kita fokus saja dulu di beberapa provinsi yang memang angkanya tinggi sekali, terutama angka kematian. Kita tinggal kuatkan implementasinya agar para lansia bisa menerima dan mau vaksinasi. Juga kepada pemerintah agar segera mempersiapkan vaksin di beberapa tempat yang strategis,” ucap Makky. (ks04)