Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Keprisatu.com – Pemerintah Kabupaten Karimun kembali menutup sementara sekolah-sekolah di Kabupaten Karimun. Penutupan itu dilakukan usai ditemukan kembali kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karimun.

Sebelumnya, pada 13 Juli 2020, Pemerintah Kabupaten Karimun mengeluarkan kebijakan baru terkait proses belajar mengajar secara tatap muka selama masa pandemi Covid-19.

Proses belajar di sekolah berjalan dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap ruang belajar, jumlah siswa juga dibatasi dan diwajibkan mengenakan masker selama dalam lingkungan sekolah.

“Kita tutup kembali, proses belajar mengajar kembali dilakukan secara daring. Penutupan itu dilakukan selama 3 hari terhitung mulai Senin (3/7/2020) besok,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Penutupan sementara itu dilakukan selama 3 hari untuk melihat kondisi perkembangan kasus di Kabupaten Karimun.

“Kita menunggu tracing dari Dinkes, sejumlah warga juga sudah di swab dan tinggal menunggu hasilnya. Jika ada yang positif kita akan perpanjang sampai seminggu,” kata Rafiq.

Selain penutupan sekolah, Rafiq mengatakan untuk pengawasan di pintu masuk Kabupaten Karimun juga kembali diperketat.

“Pintu masuk Karimun seperti pelabuhan dan bandara kembali kita perketat pengawasan. Pengetatan pengawasan di pelabuhan dan bandara itu meliputi penerapan protokol kesehatan,” katanya. (KS 12)