Ruslan Ali Wasyim (kiri), Yunus Muda, dan M Al Ichsan.

Keprisatu.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Batam menyelenggarakan musyawarah daerah (musda) VIII di Hotel Aston, Ahad (2/8/2020). Agenda yang paling ditunggu-tunggu dalam musda ini, siapa calon ketua yang akan membawa partai berlambang pohon beringin ini untuk periode 2020-2025.

Ketua Steering Committee (SC) Musda VIII Partai Golkar, Djoko Mulyono sudah mendengar ada tiga nama yang sudah mencuat bertarung menakhodai partai yang memiliki tujuh kursi di DPRD Batam ini. Tiga nama tersebut Ketua DPD II Golkar Batam Ruslan Ali Wasyim, Sekretaris DPD II Golkar Batam Yunus Muda, dan M Al Ichsan.

“Baru tiga nama itu yang terdengar. Hari H musda mungkin ada tambahan karena politik ini dinamis. Segala sesuatunya bisa berkembang dalam musda nanti,” ujar Djoko Mulyono kepada wartawan di sela-sela Partai Golkar berkurban di Sekretariat DPD II Golkar Batam, Sabtu (1/8).

Aturan main dalam pemilihan ketua ini, merujuk pada anggaran dasar/ anggaran rumah tangga dan petunjuk pelaksana (juklak) peraturan organisasi Partai Golkar. Secara garis besar ia mengungkapkan ada lima syarat penting yang harus dipenuhi menjadi calon Ketua DPD II Golkar.

Pertama, bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, selama lima tahun berturut-turut pemegang kartu tanda anggota (KTA) Golkar. Ketiga, mendapatkan dukukungan dari pemilik suara minimal 30 persen dari 18 suara, dibulatkan sekitar lima suara minimal. Keempat, tidak tersangkut gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Kelima, pendidikan minimal strata satu.

Akan tetapi, bisa jadi ada kriteria lain sesuai rapat tata tertib (tatib) yang akan berkembang dalam rapat pembahasan. Ditanya, apakah sudah ada bakal calon ketua yang sudah mendaftar. Dikatakan Djoko, memang ada tim verifikasi terhadap bakal calon ketua.

Sejauh ini, tak disebutkan batas waktu pendaftaran sehingga belum ada yang mendaftar. “Nanti kami sepakati di hari H saja. Hari H tim verfikasi berkoordinasi dengan pimpinan sidang tetap, untuk dapat mengklarifikasi siapa-siapa saja yang mencalonkan diri untuk dapat mengajukan sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar Batam,” kata Djoko.

Selaku SC, dirinya berharap kebersamaan bisa mengakomodir semua kepentingan DPD II Partai Golkar. “Siapa pun yang terpilih nanti, kita mengharapkan ada kesepakatan win-win solution. Karena dalam waktu dekat DPD II Partai Golkar menghadapi pilkada. Kalau bisa aklamasi lebih bagus, akan menyatukan suara Golkar,” ujar Djoko.

Kebersamaan, lanjut Djoko, sesuai dengan tema Golkar solid terkonsilidasi dan Golkar menang. “Artinya, solid semua bersatu dan terkonsolidasi yakni terkonsolidasi untuk memenangkan Pilkada ke depan,” jelas Djoko.

Ketua Organizing Committe (OC) Musda VII DPD II Partai Golkar, Ides Madri menyebutkan ada 18 hak suara pada pemilihan caon ketua. Hak suara tersebut terdiri 12 hak suara seluruh Pengurus Kecamatan (PK) Golkar se-Batam, satu suara DPD II Golkar Batam, satu suara DPD I Golkar Provinsi Kepri, satu suara dewan penasihat.

Kemudian satu suara organisasi sayap Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), satu suara organisasi yang mendirikan yaitu Soksi, Kosgoro, dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), serta satu suara organisasi yang didirikan yaitu Angkatan Muda Pembaharuan Indonesai (Ampi), Al-Hidayah, dan lainnya.

Karena situasi covid-19, kata Ides, OC membuat musda sesuai protokol kesehatan. Peserta menggunakan masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, dan cuci tangan. “Peserta yang diundang 150-200 orang maksimal. Acara mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai,” terang Ides.

Selaku OC, Ides mengimbau kepada semua pihak, baik itu calon-calon yang mau maju memberikan kesempatan. “Karena ini jalur konstitusi yang disiapkan partai, siapapun kader Golkar berhak mencalonkan dan dicalonkan asal sesuai mekanisme. Kami berharap ke depan, ketua terpilih membawa Golkar lebih baik lagi ke depan,” ujar Ides sambil menyebut calon yang belum beruntung, pihaknya berharap tetap berada dalam jajaran Golkar, sehingga Golkar tetap eksis dan bahkan bisa jadi lebih baik.(ks01)