Seorang murid baru di SDN 008 Sei Beduk, Kota Batam, melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.

Keprisatu.com – Kota Batam akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai pertengahan Agustus. Sejumlah opsi digodok, mulai dari jumlah murid dari 40 menjadi 20 anak per kelas, menerapkan sistem shift pagi dan siang, atau bergantian masuk dan libur sekolah setiap harinya.

“Untuk sekolah yang memang sudah ada dua shift, kelas pagi dan siang, bisa dilaksanakan dengan memperpendek jam belajar. Misal biasanya 6 jam nanti dibuat jadi 3 jam. Tak perlu ada jam istirahat. Setelah belajar, pulang. Saya rasa itu tak masalah, yang penting disiplin,” tutur Walikota Batam, Rudi usai pertemuan dengan kepala sekolah di Dataran Engku Putri Batam Centre, Kamis (30/7/2020).

Menurut Rudi, kedisiplinan yang diharapkan tak hanya dari murid. Tapi juga guru dan orang tua. Guru tak boleh terlambat masuk ke kelas yang dapat membuat anak berinteraksi atau bermain ketika menunggu guru hadir.

Kemudian orang tua juga diminta untuk mengantar dan menjemput anaknya tepat waktu. Jika masuk pukul 07.30, anak jangan diantar dari pukul 06.00. Atau harusnya pulang pukul 11.00, lalu dijemput pukul 11.00 lewat. Jeda waktu seperti ini memungkinkan anak-anak untuk bermain dan berkumpul.

“Kesepakatan ini harus ditandatangani nantinya,” katanya.

Ia menjelaskan, kebijakan ini diambil karena banyak orang tua yang menyampaikan protes dan keluhan padanya. Tak sedikit orang tua yang merasa kesulitan dan terbebani dengan kegiatan belajar di rumah.

“Banyak orang tua protes, yang belajar maknya. Kedua, biaya makin besar, buat beli pulsa, kuota, dan lain-lain. Bagi yang tak punya Handphone standar, harus beli lagi. Jadi pandemi covid-19 ini makin berat buat mereka. Oleh karena itu meskipun Batam tak hijau, nanti akan kita buka. Tapi sekolah harus disiapkan betul-betul,” ujarnya. (KS 08)