Keprisatu.com – Banyak koperasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang tidak sehat atau tidak aktif. Beberapa di antaranya didirikan hanya sebatas ingin mendapatkan dana bantuan dari pemerintah.

Plt Gubernur Kepri Isdianto mengungkapkan, terdapat lebih dari 2.000-an koperasi di Kepri. Namun 90 persen-nya masuk kategori koperasi tidak sehat atau tidak aktif.

“Ini tentu jumlah yang cukup banyak, tapi ternyata yang masuk kategori sehat dan masih aktif hanya diangka 10 persen saja,” ungkapnya dalam kegiatan bersama masyarakat di Batam Center, Kota Batam, Minggu (12/7/2020).

Koperasi yang sehat adalah koperasi yang rutin melaksanakan rapat tahunan. Sedangkan koperasi yang tidak sehat adalah yang tidak pernah melaksanakan rapat rutin dan tidak menjalankan fungsi dari koperasi itu sendiri. Selain itu harus dipahami bahwa pendirian koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota, bukan mensejahterakan pengurus.

Isdianto mengajak masyarakat untuk memperkuat dan menghidupkan kembali koperasi di lingkungannya masing-masing. Ia juga mengajak pentingnya melakukan reformasi koperasi yang mencakup tiga hal, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan.

Reorientasi adalah mengubah mindset dari orientasi terhadap jumlah menjadi mutu. Adapun rehabilitasi dilakukan dengan penguatan sistem database, sehingga hanya koperasi yang sehat yang dapat berjalan. Dan terakhir pengembangan koperasi menuju go digital.

“Kita akan suport koperasi yang ada di Kepri ini agar melakukan pengembangan ke arah kualitas produk, selain juga digitalisasi database dan pemasaran,” katanya. (KS 08)