Keprisatu.com – Kewajiban rapid tes bagi calon penumpang pesawat dikeluhkan. Karena mereka harus mengeluarkan biaya ratusan ribu untuk mengurus syarat keterangan kesehatan tersebut.

Heri, salah satunya, penumpang pesawat dari Batam menuju Natuna ini terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk rapid tes sebanyak Rp 320 ribu.

“Saya mengurus surat rafid tes itu di salah satu RS di Batam. Pihak rumah sakit meminta bayaran Rp 320 ribu kepada saya,” katanya, Selasa (30/6/2020).

Ketua DPD PERPAT Natuna Riyan Andrianada menyayangkan tinggunya biaya rapid tes tersebut, karena sangat membebani masyarakat. Ia meminta pemerintah mencari solusi atas keluhan masyarakat tersebut.

“Saat ini masyarakat lagi susah, dampak dari covid-19 ini, seharusnya tidak ada lagi yang namanya rapid tes berbayar,” katanya. (KS 07)

Editor : zaki