Polisi mengingatkan pengguna internet banking untuk waspadai penipuan internet banking

Keprisatu.com – Anda yang kerap menggunakan transaksi berbasis handphone (internet banking) bisa meluangkan membaca informasi ini. Karena korbannya, adalah para nasabah bank yang menggunakan aplikasi internet banking.Kerugiannya mencapai Rp. 415.596.464.

Jajaran Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan 3 orang tersangka yang tergabung dalam Sindikat Tulung Selapan Tipsani (Tipu Sana Sini). Ketiga tersangka berinisial NA,  yang berperan sebagai pengambil alih kepemilikan nomor telepon korban, Inisial AN berperan sebagai orang yang mendapatkan data nasabah korban dan Inisial MA berperan sebagai menyalurkan kembali data nasabah korban kepada tim lain yang bisa mengakses dan mengambil alih Internet Banking.

Gelar Kasus ini disampaikan langsung oleh Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Hanny Hidayat S.Ik., MH., melalui Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik., M.H.

Hadir juga Kasubbid Penmas Bidhumas Polda kepri AKBP Priyo Prayitno dan PS. Kasubdit V Ditreskrimsus Polda kepri Kompol I Putu Bayu Pati, S.Ik., MH., di Media Center Polda Kepri. Selasa (30/6/20).

“Ketiga tersangka diamankan oleh tim Ditreskrimsus Polda Kepri Di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Modus yang dilakukan oleh tersangka adalah melaporkan dengan kuasa palsu kepada Provider telepon, bahwa Handphone yang digunakannya telah hilang dan nomor Handphone tersebut akan dihidupkan kembali, setelah nomor Handphone dikuasai dan dapat dihidupkan kembali, segala bentuk akses dapat dioperasikan termasuk dengan akses Internet Banking milik korbannya.” tutur Wadir Reskrimsus Polda Kepri.

Setelah menguasai segala akses kemudian tersangka mengoperasionalkan Internet Bangking milik korban berinisial J, dengan cara mentransfer uang yang ada di rekening pemilik kepada beberapa rekening milik tersangka.  Kerugian yang dialami korban adalah sebesar Rp. 415.596.464,-.

Barang bukti yang kita sita adalah beberapa kartu Sim Card, Rekening Koran, beberapa buku tabungan dan beberapa kartu ATM. “Saat ini kita berhasil mengungkap baru satu korban, dan akan terus kita kembangkan untuk korban-korban lainnya,” ujar Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik., M.H.

Data yang didapatkan  tersangka berdasarkan data acak atau random, dan setelah berhasil dibuka oleh tersangka,  nomor handphone tersebut, digunakan untuk mengakses Internet bangking korbannya .

Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Kepri , Kompol I Putu Bayu Pati, S.Ik., MH., mengatakan, “Kita akan terus berupaya memaksimalkan teknis penyidikan, dan dari beberapa informasi yang didapat serta kita himpun dapatlah satu nama tersangka yang berada di Daerah Palembang, Sumatera Selatan,” ujarya

Dari satu orang ini,  terungkaplah dua tersangka lainnya di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir. Hingga saat ini, pihaknya  masih terus mengejar tersangka lainnya karena jaringan ini merupakan komplotan jaringan yang sudah biasa melakukan penipuan dengan modus yang sama.

Waspadai aksi pelaku pencurian uang di rekening bank yang beraksi melalui internet banking. Tiga pelaku diapit polisi

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Batam, apabila mengalami hal yang sama, jangan segan-segan untuk segera melaporkan kepada kami atau ke kantor Polisi terdekat,” papar  Kompol I Putu Bayu Pati, S.Ik., MH.

“Para pelaku kejahatan saat ini,  menjalankan aksinya tidak hanya dilakukan secara Konvensional namun dilakukan juga secara IT, merupakan sasaran empuk bagi pelaku kejahatan salah satu nya menggunakan sarana alat komunikasi yang sudah diterangkan diatas,” jelas I Putu Bayu Pati.

Dia kembali menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan handphone terutama saat menggunakan aplikasi Internet Banking.  Pastikan apabila ada pihak lain yang menghubungi terkait dengan rekening dan informasi nasabah, janganlah langsung dipercaya, pergunakan PIN atau Pasword sedemikian rupa, yang susah diretas atau diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (KS03)