Customer service BCA Tangerang Selatan. Foto carolus agus waluyo/ kontan

Keprisatu.com – Perbankan mulai menagih subsidi bunga dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) buat kredit yang terimbas pandemi virus corona.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telah menerbitkan tata cara penagihan subsidi bunga via Peraturan Menteri Keuangan 65/2020. Pun pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku sudah mulai menyiapkan infrastruktur via Sistem Layanan Informasi Kredit (SLIK).

SLIK yang menyediakan data debitur dapat menjadi sumber buat pemerintah, untuk memverifikasi tagihan-tagihan subsidi yang diajukan oleh perbankan.

Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Supari seperti dilansir kontan, mengakui, pihaknya sudah mulai mengajukan tagihan subsidi kepada pemerintah. Sayang, ia masih enggan menyebut berapa nilai tagihan yang diajukan BRI.

Adapun jika mengacu paparan Direktur Utama BRI Sunarso pertengahan Mei lalu, dengan potensi restrukturisasi kredit terimbas pandemi Rp337,76 triliun, bank terbesar di Tanah Air ini setidaknya dapat mendapat subsidi bunga hingga Rp5,86 triliun

Adapun EVP Secretariat and Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Hera F. Haryn mengaku saat ini masih menyusun tagihan terkait.

“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intens dengan pemerintah dan regulator perbankan terkait ketentuan subsidi bunga ini,” kata dia seperti dilansir kontan, Senin (29/6/2020).

Hingga akhir Mei, BCA telah menerima pengajuan restrukturisasi kredit Rp92,11 triliun yang berasal dari 92.771 debitur. Nilai permohonan tersebut setara 15,46 persen baki debet perusahaan.

Adapun perinciannya, Rp47,48 triliun dari 139 debitur korporasi yang mengajukan restrukturisasi, kemudian 395 debitur segmen menengah senilai Rp 16,44 triliun, 1.305 debitur segmen kecil sebesar Rp2,48 triliun, dan 90.932 debitur konsumer sebanyak Rp25,69 triliun.

Sementara hingga akhir tahun bank swasta terbesar di tanah air ini menaksir 20-25 persen debiturnya bakal mengajukan restrukturisasi.

Sebagai tambahan, dalam paparannya kepada Komisi XI DPR, Senin (29/6/2020), Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengafirmasi, Kemenkeu telah menerima sejumlah tagihan subsidi dari perbankan.

Meski demikian tagihan baru berasal dari kredit usaha rakyat (KUR). Adapun pemerintah mengalokasikan dana Rp 35,28 triliun sebagai subsidi bunga dalam program PEN.(KS01)