Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin.

Keprisatu.com – Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Rudi-Amsakar Achmad (Ramah Jilid 2) dengan elektabilitas tertinggi di Pilwako 2020. Elektabilitas Ramah Jilid 2 mencapai 81,8 persen, jauh meninggalkan bakal pasangan calon Lukita-Basyid dengan 8,4 persen.

Rudi dan Amsakar merupakan bakal calon petahana, yang saat ini menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam. Di kepartaian, Rudi menjabat sebagai Ketua Partai Nasdem Provinsi Kepri dan Amsakar sebagai Ketua Partai Nasdem Kota Batam.

Menanggapi tingginya elektabilitas Ramah Jilid 2 tersebut, Wakil Ketua I DPRD Batam dari Fraksi Nasdem, Muhammad Kamaluddin mengaku justru timnya termotivasi untuk terus bekerja keras. Tujuannya untuk mengawal sehingga elektabilitas tetap terjaga hingga hari ‘H’.

“Kami tentu menjadikan ini sebagai tolak ukur, langkah awal untuk menyusun strategi dan cara kampanye. Justru dengan elektabilitas tinggi, kami akan terus bekerja keras,” ujarnya kepada keprisatu.com, Minggu (28/6/2020).

Kamaluddin menjelaskan, survei LSI Djayadi Hanan itu dilakukan pada 13 sampai 20 Juni 2020. Jumlah responden mencapai 1.400 orang se-Provinsi Kepri.

“Ada dua Pilkada yang disurvei, yaitu untuk Pilgub Kepri dan Pilwako Batam,” ungkapnya.

Menurut Kamaluddin, dalam survei secara terbuka dan tertutup itu, lebih dari 30 tokoh di Batam dimasukkan. Tokoh-tokoh itu berasal dari lintas partai, hingga akhirnya dalam simulasi paket pasangan calon, mengerucut dua paket, yitu Rudi-Amsakar Achmad dan Lukita Dinarsyah Tuwo-Abdul Basyid.

“Semua tokoh partai kita masukkan dalam survei, lebih dari 30 orang. Kemudian disimulasikan tinggal 23 kandidat, 16 kandidat dan seterusnya, hingga kesimpulan akhir dua paket itu (Rudi-Amsakar dan Lukita-Basyid),” katanya. (KS 08)