Inilah kapal ikan asing asal Vietnam yang Nyolong Ikan di Laut Natuna

Keprisatu.com – Lagi lagi aksi kapal ikan asing kepergok mengobok obok perairan Natuna . Namun dengan sigap,  jajaran TNI Angkatan Laut, berhasil menangkap ABK kapal asing penangkap ikan yang beroperasi illegal di Laut Natuna.  Saat ini petugas tengah memeriksa kapal ikan asing (KIA) yang diduga tidak dilengkapi dengan dokumen tersebut.

Saat konfrensi pers di atas kapal Yos Sudarso yang sedang bersandar di Faslabuh TNI AL Selat Lampa, Komandan Guspurla I Koarmabar, Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta ST. MAP menjelaskan kronologis penangkapan satu unit kapal ikan asing (KIA) kapal yang dilakukan  KRI Bung Tomo.

Hasilnya, “KIA  ini tidak memiliki kelengkapan dokumen penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia dan melanggar wilayah kedaulatan RI,” jelas Didong Rio Duta.  Bersama kapal ini diamankan 9 orang ABK 1 di antaranya Nakhoda atas nama Haik dan lima ton ikan campur.

Disampaikan Didong Rio Duta, kapal penangkap ikan berbendera asing  itu diduga asal  Vietnam . Petugas mengamankannya pada Rabu(17/6/2020) dalam operasi Siaga Samudera 20.

Sebelum penangkapan, pertama kali kapak  dideteksi pukul 08 : 45 WIB kapal tersebut berada pada posisi 06° 01′ 80″ U/106° 46′ 00″ T atau 25 Nautical mil (NM) dalam landas kontinen Indonesia.

Kemudian pukul 09:40 WIB KRI Bung Tomo melakukan pengejaran terhaap KIA tersebut sedang berada dalam posisi 06° 04′ 00″ U/106° 43′ 00″ T atau 20 NM berada di dalam landas kontinen Indonesia.

Pada pukul 10:45 WIB petugas melakukan pemeriksaan saat kapal berada di posisi 06° 06′ 80″ U/106° 42′ 60″ T atau dalam posisi 15 NM landas kontinen.

Saat dideteksi kapalnya berjumlah dua unit, namun saat diamankan, satu kapal  berhasil kabur, karena posisinya lebih dekat dari wilayah perbatasan sehingga lebih cepat untuk melarikan diri .

Sedangkan  kapal BV 93240 TS diamankan . Saat penangkapan mereka melakukan perlawanan dengan cara beruapaya merusak kapalnya sendiri. Kapal, nakhoda dan barang bukti akhirnya diserahkan ke Lanal Ranai untuk diproses hukum lebih lanjut.

Laksma Didong Rio Duta mengaku pada proses penangkapan itu,  tetap petugas menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. “Ya, karena sekarang ada pandemi, kita melakukan penangkapan dengan protokol kesehatan, kita menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, jaga jarak dan langsung dilakukan cek suhu tubuh satu persatu dan jaga jarak untuk menghindari droplet,” terang Didong Rio Duta.

Para ABK Kapal asing yang beroperasi seara ilegal di Laut Natuna

Sementara Komandan Lanal Ranai, Kol. Laut (P) Dofir  mengatakan “Pihaknya juga  menerapkan protokol Covid-19 dalam penanganan nahkoda dan ABK. Kita juga melakukan karantina kepada para awak kapal serta melaporkan keberadaan mereka kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Natuna,” kata Dofir .

Sedangkan rapid test dan karantina kepada para abk , dilakukan  di rumah detensi yang ada di Lanal Ranai, sesuai protokol Covid. (ard)